Karhutla di Muara Medak Muba Bakar Sepuluh Hektare Lahan
- 03 Okt 2026 11:53 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kebakaran terjadi pada Jumat, 2 Oktober 2026 di lahan PT HBL yang terletak di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin.
- Luas area yang terbakar mencapai 10 hektare dengan jenis vegetasi berupa semak belukar.
- Kondisi tanah gambut yang tebal menjadi hambatan signifikan bagi tim gabungan dalam upaya pemadaman kebakaran di lapangan.
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Kebakaran melanda lahan PT HBL di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Jumat, 2 Oktober 2026. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare dengan vegetasi berupa semak belukar.
Lokasi kebakaran berada di kawasan dengan karakteristik tanah gambut yang cukup tebal. Kondisi tersebut menjadi kendala bagi tim gabungan dalam melakukan pemadaman di lapangan.
Staf Pusdalops sekaligus Humas BPBD Musi Banyuasin, Rivo Handoko, mengatakan penanganan dimulai sejak pagi melalui apel gabungan. Apel berlangsung di Posko Desa Muara Medak sebelum personel bergerak menuju lokasi kebakaran.
Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman sekaligus pendataan terhadap kondisi lahan yang terbakar. "Tim gabungan langsung melakukan pemadaman di lokasi kejadian," kata Rivo.
Personel yang diterjunkan terdiri atas 11 anggota BKO TNI Kodim 0401, 23 personel BPBD Musi Banyuasin. Selain itu, terdapat 10 personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang ikut dalam penanganan.
Pemadaman didukung satu unit mobil pemadam TNI Yonif Bayung Lencir dan satu unit Fire Jeep BPBD. Tim juga menggunakan tiga mesin Mini Strike, 15 gulung selang, dan satu unit truk Dalmas.
Petugas memanfaatkan sumber air dari kanal yang berada di sekitar lokasi kebakaran. "Pemadaman menggunakan sumber air dari kanal yang tersedia di sekitar lokasi," ujarnya.
Proses pemadaman berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, api masih hidup di sejumlah bagian lahan ketika kegiatan pemadaman dihentikan.
Ketebalan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih menyeluruh. Material gambut dapat menyimpan panas di dalam tanah sehingga api berpotensi kembali muncul.
Setelah pemadaman dihentikan pada sore hari, seluruh personel kembali ke Posko BPBD Desa Muara Medak. Tim juga melakukan dokumentasi dan pendataan terhadap kondisi lokasi sebagai bagian dari penanganan.
BPBD Musi Banyuasin melanjutkan penanganan bersama unsur TNI dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Pemantauan lokasi tetap diperlukan karena api masih dilaporkan hidup setelah pemadaman.
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 10 hektare lahan PT HBL menjadi perhatian karena terjadi di kawasan gambut. Penanganan lanjutan diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas dan mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....