Banyuasin Siapkan Revitalisasi PDAM, Pipa Tua Jadi Perhatian

  • 20 Agt 2026 08:30 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Bupati Askolani melakukan tinjauan langsung ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Tirta Betuah Unit Merah Mata di Kecamatan Banyuasin I pada Rabu, 19 Agustus 2026.
  • Permasalahan air bersih tidak hanya berkaitan dengan kapasitas produksi, tetapi juga kekuatan jaringan untuk menyalurkan air hingga ke rumah pelanggan.
  • IPA Merah Mata masih mampu memproduksi sekitar 60 liter air per detik sesuai hasil pengecekan fasilitas pengolahan dan jaringan pendukung.

RRI.CO.ID, Banyuasin – PPersoalan air bersih tidak hanya soal berapa banyak air yang bisa diproduksi, tetapi juga seberapa kuat jaringan menyalurkannya hingga ke rumah pelanggan. Kondisi itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuasin saat Bupati Askolani mengecek Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Tirta Betuah Unit Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, Rabu, 19 Agustus 2026.

Askolani didampingi Direktur PDAM Tirta Betuah Hendra Gunawan meninjau fasilitas pengolahan dan jaringan pendukung. Dari pengecekan tersebut, IPA Merah Mata masih mampu memproduksi sekitar 60 liter air per detik.

Kapasitas itu dinilai masih mencukupi kebutuhan pelanggan di wilayah Merah Mata. Sebagian produksi juga dialirkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan di kawasan Kenten.

Namun, di balik kemampuan produksi tersebut, masih terdapat sejumlah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya jaringan pipa transmisi berdiameter 10 inci dengan panjang sekitar 12,5 kilometer.

Direktur PDAM Tirta Betuah, Hendra Gunawan, mengatakan sebagian jaringan pipa tersebut berada di atas permukaan tanah dan bahkan melintasi kawasan sungai. Kondisi itu membuat jaringan lebih rentan mengalami kerusakan dan kebocoran karena usia pipa yang sudah cukup lama.

Persoalan menjadi lebih rumit ketika sungai mengalami pasang. Petugas tidak bisa sembarangan melakukan perbaikan karena harus memperhitungkan keselamatan saat bekerja di sekitar jaringan yang melintasi kawasan perairan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Banyuasin menyiapkan revitalisasi infrastruktur PDAM secara bertahap. Pemerintah daerah menargetkan seluruh unit PDAM Tirta Betuah dapat direvitalisasi mulai 2027.

“Pelayanan air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Askolani.

Menurut dia, kondisi sarana dan prasarana harus terus dipantau agar gangguan pada sistem produksi maupun distribusi tidak sampai mengganggu kebutuhan masyarakat. Perbaikan juga perlu dilakukan terhadap infrastruktur yang sudah tidak lagi optimal.

Selain pembenahan internal, Pemkab Banyuasin tengah mengupayakan kerja sama dengan PT Mustika Jimbaran Indah untuk memperkuat penyediaan air bersih. Kerja sama tersebut ditargetkan dapat mendukung kebutuhan lebih dari 20 ribu pelanggan di kawasan Kenten.

“Kami usahakan 2027 seluruh unit PDAM dapat direvitalisasi,” kata Askolani.

Jika kerja sama tersebut berjalan, pembagian wilayah pelayanan PDAM Tirta Betuah Unit Merah Mata diharapkan menjadi lebih terarah. Unit tersebut nantinya dapat lebih fokus melayani sekitar 5.800 pelanggan di kawasan Kenten Laut.

Langkah itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas layanan, tetapi juga mengurangi beban pada jaringan lama yang selama ini menopang distribusi air ke wilayah yang lebih luas.

Bagi Pemkab Banyuasin, revitalisasi menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan air bersih dapat mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang lebih baik juga diperlukan agar kapasitas produksi yang tersedia benar-benar bisa sampai kepada pelanggan tanpa banyak kehilangan akibat kebocoran atau gangguan jaringan.

Dengan kondisi IPA Merah Mata yang masih mampu berproduksi 60 liter per detik, pekerjaan berikutnya adalah memastikan sistem distribusinya tetap andal. Revitalisasi seluruh unit PDAM pada 2027 diharapkan menjadi titik awal untuk membangun layanan air bersih yang lebih stabil dan berkelanjutan di Banyuasin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....