Pemkab Banyuasin Siapkan Pelatihan Kerja bagi Warga Binaan

  • 07 Sep 2026 20:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemkab Banyuasin memperkuat kolaborasi dengan dua lapas untuk meningkatkan pembinaan WBP.
  • Pelatihan kerja akan melibatkan Disnaker, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Ketahanan Pangan.
  • Program diarahkan agar WBP memiliki keterampilan, termasuk peluang memperoleh sertifikasi, sebelum kembali ke masyarakat.

RRI.CO.ID, Banyuasin - Pemerintah Kabupaten Banyuasin memperkuat kerja sama dengan jajaran pemasyarakatan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam kunjungan kerja Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin Reza Meidiansyah dan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin Arjuna kepada Bupati Banyuasin Askolani di Guest House Rumah Dinas Bupati, Senin, 7 September 2026.

Pertemuan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Banyuasin Erwin Ibrahim itu membahas penguatan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP), mulai dari aspek moral dan keagamaan hingga kesehatan serta keterampilan kerja.

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan pemerintah daerah siap mendukung program pembinaan di lingkungan lapas melalui keterlibatan organisasi perangkat daerah terkait.

“Warga binaan tetaplah bagian dari masyarakat Banyuasin yang memiliki hak untuk mendapatkan pembinaan yang layak,” ujar Askolani.

Menurut dia, pembinaan tidak cukup hanya diarahkan pada perubahan perilaku selama menjalani masa pidana. WBP juga perlu memiliki kemampuan yang dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan setelah bebas.

Pemkab Banyuasin membuka peluang kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Ketahanan Pangan untuk memperluas akses pelatihan bagi warga binaan. Pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga dapat diarahkan pada sertifikasi sesuai bidang yang ditekuni.

“Kami siap berkolaborasi agar saat bebas nanti, warga binaan memiliki keterampilan mandiri dan siap diterima kembali oleh masyarakat,” kata Askolani.

Skema pembinaan juga akan mencakup penguatan kegiatan kerohanian dan layanan kesehatan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kondisi mental dan spiritual sekaligus mendukung perubahan perilaku warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Kerja sama pencegahan penyalahgunaan narkoba turut menjadi perhatian, terutama bersama Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin. Edukasi mengenai bahaya narkoba diharapkan tidak berhenti di dalam lingkungan pemasyarakatan, tetapi dapat diperluas ke masyarakat.

Kolaborasi pemerintah daerah dan jajaran pemasyarakatan ini diarahkan untuk memperkuat proses reintegrasi sosial. Bekal keterampilan, pembinaan moral, kesehatan, dan edukasi pencegahan narkoba diharapkan membantu warga binaan kembali ke masyarakat tanpa mengulangi persoalan yang sama.

Bagi Pemkab Banyuasin, keberhasilan pembinaan bukan sekadar terlihat dari aktivitas di dalam lapas, tetapi dari kesiapan warga binaan menjalani kehidupan secara mandiri setelah masa pidananya berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....