Cegah Karhutla, Polres Ogan Ilir Pantau Lahan Gambut Pakai Drone

  • 09 Agt 2026 15:44 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polres Ogan Ilir menggunakan teknologi drone untuk memantau kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Indralaya Utara dengan fokus pada deteksi titik api dan pengawasan pembukaan lahan di area gambut.
  • Patroli terpadu dipimpin Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti pada Jumat, 7 Agustus 2026, menggabungkan pemantauan udara dengan pengecekan lapangan di kawasan-kawasan rawan kebakaran.
  • Personel polres melakukan pengecekan terhadap embung dan sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk penanggulangan kebakaran apabila terjadi insiden.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Polres Ogan Ilir memanfaatkan drone untuk memantau kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Indralaya Utara. Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi potensi titik api sekaligus mengawasi aktivitas pembukaan lahan di kawasan gambut.

Patroli terpadu dipimpin Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, Jumat, 7 Agustus 2026. Selain pemantauan udara, personel menyisir sejumlah kawasan rawan dan mengecek embung serta sumber air yang dapat digunakan saat terjadi kebakaran.

Penggunaan drone dipilih karena sebagian wilayah yang dipantau berupa lahan gambut dengan medan sulit dilalui kendaraan. Pemantauan dari udara memungkinkan petugas menjangkau area lebih luas dalam waktu yang relatif singkat.

"Melalui pemantauan udara, petugas dapat mengidentifikasi lebih dini potensi titik api, kondisi vegetasi, serta memastikan tidak ada aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar," kata Rizka.

Patroli dilakukan setelah Kapolres Ogan Ilir bertemu masyarakat desa dan kelurahan se-Kecamatan Indralaya Utara di Balai Raga Desa Parit. Dari lokasi tersebut, tim kemudian bergerak menyisir kawasan yang memiliki potensi tinggi terjadi karhutla.

Rizka mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari strategi pengawasan wilayah yang sulit dijangkau melalui patroli darat. Menurutnya, kondisi lahan gambut membutuhkan pola pemantauan yang dapat memberikan gambaran wilayah secara lebih menyeluruh.

"Lahan gambut memiliki karakteristik yang sulit dijangkau dengan kendaraan. Karena itu, kami memanfaatkan drone agar area yang luas dapat diawasi secara lebih efektif," ujarnya.

Selain memantau dari udara, petugas mengecek embung, kolam cadangan air, dan aliran sungai di sekitar wilayah rawan. Ketersediaan sumber air tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi.

Rizka mengajak masyarakat ikut mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Warga juga diminta segera melaporkan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Saya mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Segera laporkan jika menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran," tuturnya.

Camat Indralaya Utara Wahyudi mengatakan pemerintah kecamatan siap memperkuat pencegahan bersama Polri, TNI, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api, dan warga. Sosialisasi serta kesiapsiagaan akan dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran selama musim kemarau.

"Kami siap bersinergi dengan seluruh pihak dalam upaya pencegahan karhutla. Pemerintah kecamatan dan desa akan terus melakukan sosialisasi serta meningkatkan kesiapsiagaan," ujarnya.

Kasi Humas Polres Ogan Ilir IPTU Mansyur mengatakan drone membantu memperluas jangkauan pengawasan, terutama di kawasan gambut yang sulit dilalui kendaraan. Informasi dari pemantauan udara dapat menjadi dasar bagi personel untuk menentukan langkah pencegahan dan penanganan.

"Pemanfaatan drone memberikan jangkauan pengawasan yang lebih luas. Dengan dukungan teknologi tersebut, deteksi dini potensi kebakaran dapat dilakukan lebih cepat," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....