Manajemen Talenta Mulai Diterapkan, 65 Pejabat OKI Resmi Dilantik
- 17 Sep 2026 15:50 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten OKI menerapkan manajemen talenta untuk menyelaraskan kompetensi dan potensi ASN dengan kebutuhan organisasi.
- Bupati Muchendi Mahzareki melantik 65 pejabat yang terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi, dan pejabat fungsional pada 17 September 2026.
- Pendekatan manajemen talenta merupakan strategi penataan aparatur sipil negara berbasis kompetensi di tingkat kabupaten.
RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai menerapkan manajemen talenta dalam penataan aparatur sipil negara. Pendekatan tersebut digunakan untuk menyesuaikan kompetensi dan potensi ASN dengan kebutuhan organisasi.
Penerapan manajemen talenta ditandai dengan pelantikan 65 pejabat oleh Bupati OKI Muchendi Mahzareki, Kamis, 17 September 2026. Pelantikan berlangsung untuk pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi, dan pejabat fungsional.
Kepala BKPSDM OKI, Antonius Leonardo, mengatakan, seluruh proses pengangkatan dan rotasi mengikuti ketentuan perundang-undangan. Proses tersebut juga telah memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kalau menggunakan mekanisme lelang jabatan terbuka, kebutuhan biaya untuk pelaksanaan seleksi, termasuk panitia seleksi dan uji kompetensi, dapat mencapai sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta. Dengan manajemen talenta, prosesnya dapat dilakukan lebih efisien karena kandidat sudah dipetakan berdasarkan kinerja dan potensinya,” ucapnya.
Dari total pejabat yang dilantik, lima orang menjalani rotasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Lima pejabat lainnya diangkat untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Sebanyak 47 pejabat administrasi diangkat dan dirotasi dalam penataan tersebut. Sementara delapan pejabat berpindah ke jabatan fungsional, terdiri atas tiga pejabat administrasi dan lima pelaksana.
Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilakukan menggunakan pemetaan kinerja dan potensi ASN. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan calon suksesor serta penyusunan rencana suksesi.
Talenta ASN kemudian dikelompokkan dalam sembilan kotak berdasarkan pemetaan manajemen talenta. Kelompok kotak 7, 8, dan 9 masuk rencana suksesi, dengan kotak 9 menjadi prioritas pengisian jabatan.
Antonius mengatakan sebagian besar pejabat yang dipromosikan ke JPT Pratama berasal dari talenta kotak 9. Penempatan tetap mempertimbangkan kompetensi, kualifikasi, kebutuhan organisasi, dan ketentuan berlaku.
“Pendekatan manajemen talenta diawali dengan pemetaan kinerja dan potensi ASN untuk menetapkan calon suksesor. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar rencana suksesi dengan tetap mempertimbangkan kompetensi, kualifikasi, kebutuhan organisasi, serta ketentuan yang berlaku,” kata Anton.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki meminta pejabat yang dilantik membuktikan amanah melalui kinerja terukur. Pejabat juga diminta menerjemahkan kebijakan daerah menjadi program konkret yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Muchendi menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, koordinasi, serta kerja lintas sektor dalam menjalankan pemerintahan. Ia juga meminta pejabat menjaga komunikasi dengan internal pemerintahan, media, dan masyarakat.
“Yang pertama integritas, kemudian kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, dan loyalitas. Kita berharap ada komunikasi yang baik, bukan hanya di internal pemerintahan, tetapi juga dengan media dan masyarakat,” ujar Muchendi.
Penataan ASN juga diarahkan untuk memperkuat pelayanan serta keberlanjutan pemerintahan daerah. Keberhasilan manajemen talenta nantinya terlihat dari kinerja aparatur dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....