Kasus ISPA Sumsel Capai 33.582 pada Juni 2026, Warga Diimbau Waspada

  • 09 Agt 2026 12:22 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit dengan kasus tertinggi di Sumatera Selatan pada musim kemarau dan kabut asap dengan 33.582 kasus tercatat pada Juni 2026.
  • Kota Palembang menempati posisi pertama dengan total 85.032 kasus ISPA sepanjang tahun 2026, diikuti Kabupaten Muara Enim dengan 30.668 kasus dan Musi Banyuasin dengan 17.946 kasus.
  • Data epidemiologi menunjukkan tren ISPA yang signifikan di wilayah Sumatera Selatan, memerlukan perhatian khusus pada pencegahan dan pengendalian penyakit oleh Dinas Kesehatan.

RRI.CO.ID, Palembang - Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi ancaman kesehatan selama musim kemarau dan kabut asap di Sumatera Selatan. Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 33.582 kasus ISPA terjadi sepanjang Juni 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Ira Primadesa, mengatakan jumlah kasus tertinggi sepanjang 2026 tercatat di Kota Palembang. Palembang mencatat 85.032 kasus, disusul Muara Enim 30.668 kasus dan Musi Banyuasin 17.946 kasus.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan memperkuat langkah antisipasi di seluruh daerah. Dinas Kesehatan telah menerbitkan surat edaran kepada jajaran kesehatan kabupaten dan kota untuk menghadapi risiko ISPA akibat kabut asap.

"Kami telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh jajaran kesehatan di kabupaten dan kota untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA serta dampak kabut asap," ujar Ira, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ira menjelaskan balita dan lanjut usia termasuk kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. Balita berusia nol hingga lima tahun dan warga berusia lebih dari 60 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan.

Masyarakat juga diminta memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko penularan maupun gangguan pernapasan. Kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menutup mulut dan hidung saat batuk perlu diterapkan secara konsisten.

Kualitas udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan ketika kabut asap mulai memburuk. Masyarakat dianjurkan membersihkan rumah secara rutin, membuka jendela pada pagi hari, menghindari asap rokok, dan membatasi aktivitas di ruang tertutup yang padat.

Penggunaan masker menjadi langkah tambahan ketika masyarakat berada di kawasan ramai atau kualitas udara menurun. Daya tahan tubuh juga perlu dijaga melalui konsumsi makanan bergizi, cukup minum, dan tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap hari.

Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk berkepanjangan atau gejala gangguan pernapasan. Pemeriksaan lebih awal diperlukan agar gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani sebelum kondisinya memburuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....