Musim Kemarau, Warga Diimbau Waspadai Ancaman Penyakit ISPA
- 17 Jul 2026 17:05 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kepala Puskesmas Sukajadi mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA selama musim kemarau karena perubahan cuaca dan debu dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
- Hingga pertengahan Juli 2026, jumlah kasus ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi masih dalam kategori normal dan terkendali.
- Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terhadap ISPA, sehingga pola hidup sehat dan kewaspadaan orang tua diperlukan untuk mencegah peningkatan kasus.
RRI.CO.ID, Banyuasin – Kepala UPTD Puskesmas Sukajadi, dr. Reviyani, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau. Meski jumlah kasus di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi masih dalam kategori normal, perubahan cuaca, debu, serta pola hidup yang kurang sehat dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak.
Menurut dr. Reviyani, hingga pertengahan Juli 2026 belum terjadi lonjakan signifikan kasus ISPA. Kondisi tersebut masih berada dalam batas terkendali, namun masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan agar kasus tidak meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau.
Ia menjelaskan, ISPA tidak hanya dipengaruhi cuaca yang panas dan kering, tetapi juga kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang higienis. Anak-anak usia sekolah dasar menjadi kelompok yang paling rentan karena masih sering membeli jajanan di luar lingkungan sekolah.
"Kasus ISPA saat ini masih terkendali, tetapi masyarakat tetap harus waspada karena cuaca dan perilaku hidup dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan," kata dr. Reviyani, Jumat, 17 Juli 2026.
Selain faktor cuaca, paparan debu selama musim kemarau juga dapat mengiritasi saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat, terutama anak-anak yang beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup debu.
Puskesmas Sukajadi juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan asupan makanan anak. Membawa bekal dari rumah dinilai lebih baik dibandingkan membiarkan anak membeli jajanan yang belum tentu terjamin kebersihannya.
dr. Reviyani mengatakan keberadaan kantin sehat di sekolah serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi pendukung dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Namun, peran orang tua tetap diperlukan untuk mengawasi pola makan dan membiasakan anak mengonsumsi makanan yang sehat.
"Kami mengimbau orang tua membiasakan anak membawa bekal, memperbanyak minum air putih, dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," ujarnya.
Selain edukasi kepada masyarakat, Puskesmas Sukajadi terus melakukan penyuluhan kesehatan kepada sekolah dan orang tua mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pola makan, serta perilaku hidup bersih dan sehat selama musim kemarau.
Puskesmas berharap masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, atau sakit tenggorokan yang tidak kunjung membaik. Langkah tersebut penting agar penanganan dapat dilakukan lebih dini dan penyebaran ISPA dapat dicegah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....