Dinkes Palembang Waspadai Lonjakan Penyakit saat Kemarau

  • 08 Jun 2026 15:41 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan Kota Palembang mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau, seperti diare, DBD, ISPA, iritasi mata dan kulit, serta dehidrasi.
  • Cuaca panas, tingginya debu, serta menurunnya kualitas air bersih dan sanitasi menjadi faktor yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan selama musim kemarau.
  • Dinkes Palembang mengintensifkan edukasi kesehatan melalui puskesmas dan mengimbau masyarakat menerapkan PHBS, menjaga pola makan sehat, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala penyakit.

RRI.CO.ID, Palembang - Dinas Kesehatan Kota Palembang mengingatkan masyarakat mewaspadai sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau. Cuaca panas, debu, dan berkurangnya kualitas air bersih menjadi faktor utama pemicunya.

Perubahan kondisi lingkungan pada musim kemarau dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup sehat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan, mengatakan ada beberapa penyakit yang perlu diantisipasi. Penyakit tersebut meliputi diare, demam berdarah dengue, infeksi saluran pernapasan akut, serta iritasi mata dan kulit.

Selain penyakit menular, masyarakat juga perlu mewaspadai dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan tubuh. Kondisi itu berisiko terjadi ketika suhu udara meningkat dan aktivitas tetap tinggi.

Musim kemarau sering berdampak pada menurunnya kualitas sanitasi dan ketersediaan air bersih. Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pencernaan apabila kebersihan makanan tidak terjaga.

Masyarakat diimbau lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kebiasaan menjaga kebersihan menjadi langkah penting untuk mencegah diare dan penyakit lainnya.

Yudhi menegaskan terdapat sejumlah gangguan kesehatan yang harus mendapat perhatian selama musim kemarau. "Selama musim kemarau, gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai antara lain diare, DBD, infeksi saluran pernapasan akut, serta iritasi mata dan kulit," ujar Yudhi, Jumat, 5 Juni 2026.

Cuaca panas juga dapat memicu kekurangan cairan tubuh, terutama pada kelompok rentan. Anak-anak dan lanjut usia menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami dehidrasi.

Untuk mencegah kondisi tersebut, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih setiap hari. Kebutuhan cairan yang tercukupi dapat membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Dinas Kesehatan terus memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat selama musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui 42 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palembang.

Kegiatan promosi kesehatan juga melibatkan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Langkah itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit.

Yudhi mengimbau warga menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta memperbanyak buah dan sayur.

Kebersihan makanan dan minuman harus menjadi perhatian utama selama musim kemarau. Warga juga diminta memastikan makanan yang dikonsumsi telah dimasak hingga matang.

Apabila mengalami gejala penyakit, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....