Rumah Warga Korban Kebakaran di Banyuasin Kembali Ditempati
- 05 Agt 2026 13:55 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kebakaran 15 Juli: Rumah Junaina terbakar saat pemilik tidak berada di rumah dan diduga dipicu obat nyamuk bakar.
- Terkendala biaya: Junaina dan anaknya kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri setelah bangunan mengalami kerusakan.
- Diperbaiki bersama: Bupati Askolani meminta OPD dan pihak terkait bergotong royong hingga rumah kembali layak ditempati.
RRI.CO.ID, Banyuasin - Hampir tiga pekan setelah kebakaran menghanguskan sebagian rumahnya, Junaina (48) akhirnya dapat kembali menempati rumahnya di Jalan Boom Berlian, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.
Rumah Junaina terbakar pada 15 Juli 2026 ketika dirinya sedang tidak berada di rumah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu diduga dipicu obat nyamuk bakar yang digunakan di dalam rumah.
Kerusakan bangunan membuat Junaina, yang tinggal bersama anaknya, kesulitan untuk melakukan perbaikan secara mandiri. Keterbatasan biaya membuat keluarga tersebut berharap ada bantuan untuk mengembalikan rumah mereka agar kembali layak ditempati.
Harapan itu kemudian mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
Bupati Banyuasin Askolani mendatangi rumah Junaina, Selasa, 4 Agustus 2026, untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak kebakaran. Ia datang bersama Ketua TP-PKK Banyuasin Nabila Askolani Putri, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran Pemerintah Kecamatan Banyuasin III.
Kunjungan tersebut tidak berhenti pada melihat kondisi rumah. Askolani meminta jajaran OPD dan pihak terkait ikut bergotong royong membantu memperbaiki rumah Junaina.
“Kita bantu bersama agar rumah ini dapat kembali ditempati dengan layak,” ujar Askolani.
Gotong royong sejumlah pihak kemudian membuat perbaikan rumah dapat diselesaikan. Saat Bupati datang, rumah tersebut telah kembali berdiri dan dapat digunakan sebagai tempat tinggal.
Bagi Junaina dan keluarganya, rumah itu bukan sekadar bangunan yang diperbaiki setelah kebakaran. Kembalinya rumah menjadi tempat tinggal juga berarti mereka tidak lagi harus memikirkan biaya perbaikan yang sebelumnya sulit ditanggung sendiri.
Askolani berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga Junaina. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai sumber api di dalam rumah, termasuk saat menggunakan obat nyamuk bakar.
Di sisi lain, Askolani meminta jajaran pemerintah daerah tidak menunggu warga datang ketika mengalami kesulitan. Menurutnya, kepedulian terhadap kondisi masyarakat harus menjadi bagian dari kerja pemerintah.
“Saya minta seluruh OPD peduli dengan kondisi masyarakat di sekitar,” katanya.
Menurut Askolani, kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dibutuhkan agar warga yang tertimpa musibah tidak menghadapi persoalannya seorang diri.
Kebakaran telah merusak rumah Junaina. Namun melalui gotong royong, rumah tersebut kini kembali menjadi tempat yang bisa ditinggali bersama keluarganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....