Pemkab OKU Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemalaraja

  • 17 Sep 2026 09:03 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu menyalurkan bantuan darurat kepada delapan kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Kemalaraja.
  • Kebakaran yang terjadi pada Senin, 14 September 2026 menghanguskan sejumlah bangunan termasuk tempat tinggal dan tempat usaha warga.
  • Bupati OKU Teddy Meilwansyah menyerahkan langsung bantuan kepada warga terdampak pada Rabu, 16 September 2026.

RRI.CO.ID, OKU - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyalurkan bantuan darurat kepada delapan kepala keluarga korban kebakaran di Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal maupun tempat usaha akibat kebakaran, Rabu, 16 September 2026.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah menyerahkan langsung bantuan kepada warga terdampak. Kebakaran yang terjadi pada Senin, 14 September 2026 tersebut menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan Kelurahan Kemalaraja.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan pendukung bagi korban. Paket bantuan tersebut terdiri dari beras, mi instan, minyak goreng, susu, sarden, alas tidur, serta perlengkapan kesehatan.

Teddy mengatakan kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk tanggung jawab dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi selama masa pemulihan.

"Kehadiran kami di sini adalah kewajiban dan bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar para korban pascakebakaran yang terjadi beberapa hari lalu dapat langsung terpenuhi," tegas Teddy.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Teddy didampingi Asisten III Setda OKU Romson Fitri, Kepala BPBD OKU Januar Efendi, Kepala Dinas Sosial Iwarman, Camat Baturaja Timur Doni Heridadi, serta jajaran pemerintah kelurahan.

Kebakaran di Kelurahan Kemalaraja menyebabkan delapan bangunan terbakar yang terdiri dari rumah toko dan bangunan semipermanen. Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp470 juta.

Sejumlah korban mengalami kerugian besar karena bangunan yang terbakar juga digunakan sebagai tempat usaha. Hendry, pemilik rumah makan, dan Ahmad Arifin, pemilik usaha servis elektronik, masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp100 juta.

Selain itu, Leka Heriansyah selaku pemilik usaha variasi motor mengalami kerugian sekitar Rp80 juta. Sementara pedagang buah Bendri mengalami kerugian sekitar Rp60 juta akibat kejadian tersebut.

Teddy menyampaikan bantuan pemerintah tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat. Namun, pemerintah daerah berupaya hadir untuk membantu kebutuhan warga setelah mengalami musibah.

"Kami tahu ini tidak mengganti seluruh kerugian usaha yang ada. Namun, pemerintah hadir untuk memastikan warga tidak sendirian menghadapi masa sulit ini," kata Teddy.

Sementara itu, penyebab kebakaran yang menghanguskan delapan bangunan tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran.

Pemkab OKU berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan awal warga terdampak. Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi korban selama proses pemulihan pascakebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....