Siaga Hadapi Karhutla, Manggala Agni Daops 14 Banyuasin Pantau Titik Panas

  • 09 Jul 2026 09:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Manggala Agni Daops 14 Banyuasin meningkatkan kesiapsiagaan dengan pemantauan titik panas berkelanjutan dan penempatan personel serta peralatan di lokasi rawan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau.
  • Hingga pertengahan Juli 2026 tercatat sekitar satu hingga dua titik panas yang terpantau, terutama di kawasan perairan Kecamatan Makarti Jaya dan Rantau Bayur, dengan tantangan akses melalui sungai yang memerlukan waktu.
  • Sinergi lintas instansi meliputi koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat, dengan penambahan 15 unit mesin pompa dan kendaraan pemadam serta patroli rutin di Desa Banyu Urip dan Desa Rantau Harapan.

RRI.CO.ID, Banyuasin – Manggala Agni Daops 14 Banyuasin meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki musim kemarau. Pemantauan titik panas terus dilakukan, sementara personel dan peralatan disiagakan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Kesiapsiagaan tersebut diperkuat melalui patroli rutin di sejumlah wilayah yang dinilai rawan, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat guna menekan risiko meluasnya kebakaran.

Kaur Pencegahan Karhutla Manggala Agni Daops 14 Banyuasin, Yogi, mengatakan, hingga pertengahan Juli 2026 jumlah titik panas yang terpantau masih relatif sedikit, yakni sekitar satu hingga dua titik. Lokasi tersebut berada di kawasan perairan, seperti Kecamatan Makarti Jaya dan beberapa wilayah di Kecamatan Rantau Bayur.

Menurutnya, hasil patroli udara juga mengonfirmasi adanya kejadian karhutla di beberapa lokasi sehingga memerlukan tindak lanjut di lapangan.

"Kami terus memantau perkembangan titik panas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," ujarnya, di Pangkalan Balai, Rabu, 8 Juli 2026.

Yogi menjelaskan, proses penanganan di sejumlah lokasi menghadapi tantangan karena akses menuju titik kebakaran cukup sulit. Beberapa area berada di seberang sungai sehingga mobilisasi personel dan peralatan membutuhkan waktu lebih lama.

Meski demikian, Manggala Agni tetap menyesuaikan pola penanganan dengan kondisi medan. Tim lapangan disiapkan untuk bergerak setelah menerima laporan awal maupun hasil pemantauan udara.

Saat ini, satu posko siaga ditempatkan di wilayah Kecamatan Rambutan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Selain itu, patroli lapangan juga dilakukan secara bergilir di Desa Banyu Urip dan Desa Rantau Harapan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini.

Setiap pekan, lima personel diterjunkan ke lokasi patroli sesuai hasil analisis kondisi lapangan. Apabila ditemukan indikasi kebakaran yang memerlukan penanganan cepat, personel tambahan akan diberangkatkan dari posko induk di Pangkalan Balai.

Dari sisi sarana, Manggala Agni memastikan seluruh peralatan operasional dalam kondisi siap digunakan. Penambahan kendaraan pemadam pada tahun ini turut memperkuat kemampuan tim dalam menghadapi potensi karhutla.

Selain kendaraan pemadam, sebanyak 15 unit mesin pompa telah disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman di berbagai wilayah Kabupaten Banyuasin apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Yogi mengatakan koordinasi lintas instansi terus diperkuat menjelang puncak musim kemarau. BPBD Kabupaten Banyuasin juga telah merencanakan pengaktifan posko siaga yang akan didukung oleh Manggala Agni dan unsur terkait lainnya.

Ia menambahkan, patroli bersama masyarakat peduli api di sejumlah desa terus dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran sejak dini.

Di sisi lain, prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi musim kemarau lebih kering menjadi perhatian seluruh pihak. Karena itu, pemantauan kondisi lapangan dilakukan secara berkelanjutan agar setiap kejadian dapat segera ditangani.

Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung.

Manggala Agni Daops 14 Banyuasin juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran kepada pemerintah desa atau instansi terkait.

"Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas," kata Yogi.

Melalui kesiapsiagaan personel, dukungan peralatan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, Manggala Agni berharap potensi karhutla di Kabupaten Banyuasin dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....