BPBD Banyuasin Siapkan Empat Posko Hadapi Kekeringan dan Ancaman Karhutla
- 28 Jul 2026 05:25 WIB
- Palembang
Poin Utama
- BPBD Banyuasin menyiapkan empat posko siaga yang dilengkapi mobil tangki air bersih untuk menghadapi musim kemarau dan risiko kebakaran hutan serta lahan.
- Empat posko tersebut tersebar di Kecamatan Rambutan, Banyuasin III, Tanjung Lago, dan Pulau Rimau untuk melayani masyarakat yang mengalami kesulitan air.
- Pembentukan posko merupakan hasil koordinasi BPBD bersama organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal dalam mengantisipasi bencana alam musiman.
RRI.CO.ID, Banyuasin - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin menyiapkan empat posko siaga untuk menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Posko tersebut akan dilengkapi mobil tangki air bersih guna membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Banyuasin, Reza Agust Perdana, mengatakan, empat posko tersebut berada di Kecamatan Rambutan, Banyuasin III, Tanjung Lago dan Pulau Rimau. Keberadaan posko merupakan hasil koordinasi BPBD bersama organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal dalam menghadapi musim kemarau.
Selain mendukung penanganan karhutla, setiap posko juga disiapkan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah ketika terjadi krisis air di sejumlah wilayah.
"BPBD juga telah menerbitkan surat edaran kepada pemerintah kecamatan dan desa agar mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara hemat selama musim kemarau," ujar Reza, Senin, 27 Juli 2026.
Ditambahkan Reza, Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, wilayah yang mulai terdampak kekeringan berada di Kecamatan Banyuasin III, sebagian Talang Kelapa serta beberapa desa di Kecamatan Betung.
BPBD mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan mobil tangki dapat segera disalurkan ke lokasi terdampak.
Reza berharap kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat, disertai penggunaan air secara bijak, dapat meminimalkan dampak musim kemarau terhadap kehidupan masyarakat Banyuasin.
Masyarakat diminta memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan pokok, seperti minum dan memasak, mengingat ketersediaan sumber air bersih dan jaringan pelayanan air minum belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....