Karhutla Hanguskan 20 Hektare Gambut Muara Medak

  • 29 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kebakaran lahan gambut seluas 20 hektare terjadi di Dusun V, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.
  • Hingga Rabu, 29 Juli 2026, api masih belum padam meskipun upaya pemadaman telah dilakukan secara terpadu sejak 24 Juli 2026.
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Staf Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Rivo Handoko melaporkan kondisi terkini kebakaran tersebut.

RRI.CO.ID, Musi Banyuasin – Sekitar 20 hektare lahan gambut terbakar di Dusun V, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Hingga Rabu, 29 Juli 2026, api dilaporkan masih belum padam meski upaya pemadaman telah dilakukan secara terpadu sejak beberapa hari terakhir.

Informasi tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin melalui Staf Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana sekaligus Humas BPBD Muba, Rivo Handoko, mewakili Kepala Pelaksana BPBD Muba, Marko Susanto. Berdasarkan laporan lapangan, proses pemadaman telah dimulai sejak 24 Juli 2026.

Rivo Handoko menjelaskan, kebakaran terjadi di kawasan dengan vegetasi semak belukar yang didominasi tanah gambut tebal. Kondisi tersebut menyebabkan bara api mudah menyebar hingga ke lapisan bawah tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

"Api masih belum padam dan upaya pemadaman akan kembali dilanjutkan besok," ujar Rivo Handoko.

Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pemadaman terdiri atas personel TNI, Polri, BPBD Musi Banyuasin, Manggala Agni Daops Muba, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Masyarakat Peduli Api (MPA), Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) perusahaan, serta warga sekitar.

Berbagai langkah penanganan terus dilakukan di lokasi kejadian. Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan menggunakan pompa jinjing atau mini strike, didukung operasi pemadaman udara melalui water bombing menggunakan helikopter milik PT. Sinarmas.

Selain itu, empat unit alat berat milik perusahaan dikerahkan untuk membuat sekat bakar guna membatasi penyebaran api. Pendataan dan dokumentasi juga terus dilakukan sebagai bagian dari penanganan di lapangan.

"Kendala utama adalah tanah gambut yang tebal, sumber api sulit dijangkau, serta keterbatasan personel dan peralatan," kata Rivo Handoko.

BPBD Muba juga melaporkan bahwa kondisi cuaca pada Rabu menunjukkan hujan hanya terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Bayung Lencir. Namun, hujan tidak turun di lokasi kebakaran sehingga belum memberikan dampak terhadap proses pemadaman.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan, terutama pada kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....