Ratu Dewa Ajak Gen Z Perkuat Identitas Aswaja di Tengah Arus Digital

  • 25 Jun 2026 00:25 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengajak Generasi Z memperkuat identitas Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai bekal menghadapi tantangan era digital seperti disinformasi, intoleransi, dan krisis identitas
  • Pemerintah Kota Palembang menilai IPNU dan IPPNU sebagai mitra strategis pembangunan sumber daya manusia, guna mencetak generasi muda yang religius, moderat, cerdas, dan memiliki semangat kebangsaan
  • PCNU Kota Palembang mengingatkan bahaya polarisasi dan ujaran kebencian di media sosial, serta mendorong kader IPNU menjadikan nilai-nilai Aswaja sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa

RRI.CO.ID, Palembang - Arus informasi digital yang semakin masif menghadirkan berbagai tantangan bagi Generasi Z, mulai dari disinformasi, intoleransi, hingga krisis identitas. Karena itu, penguatan karakter dan nilai keagamaan yang moderat dinilai menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, saat membuka Seminar Nasional bertajuk "Meneladani Sejarah NU Kota Palembang untuk Memperkuat Identitas Aswaja Gen Z" yang digelar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Rabu, 24 Juni 2026.

Ratu Dewa mengapresiasi IPNU dan IPPNU yang secara konsisten menghadirkan ruang intelektual bagi generasi muda melalui kegiatan edukatif dan penguatan nilai kebangsaan. Menurutnya, pemuda tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial, daya kritis, dan karakter kepemimpinan yang kuat.

"Kegiatan seperti ini sangat penting. Pemuda hari ini bukan hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial, daya kritis, dan karakter kepemimpinan," ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Palembang memandang IPNU dan IPPNU sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Sinergi tersebut dinilai penting untuk melahirkan generasi muda yang religius, moderat, cerdas, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Menurut Ratu Dewa, Kota Palembang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Nahdlatul Ulama, terutama di bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Karena itu, nilai-nilai perjuangan para ulama perlu terus diwariskan dan dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari penguatan identitas.

Sebagai bekal menghadapi dinamika zaman, ia mengajak Generasi Z mengimplementasikan empat nilai utama Ahlussunnah wal Jamaah, yakni Tawasuth atau moderat, Tasamuh atau toleran, Tawazun atau seimbang, dan I’tidal atau adil. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

"Nilai-nilai Aswaja ini sangat relevan dengan kehidupan modern. Bukan hanya sebagai pedoman beragama, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis," katanya.

Ratu Dewa berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi sejarah semata. Ia mendorong lahirnya strategi konkret untuk memperkuat literasi keagamaan dan memanfaatkan media digital sebagai sarana menyebarluaskan nilai-nilai moderasi beragama kepada generasi muda.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palembang, Abdul Malik Syafei, menilai media sosial menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Generasi Z saat ini. Menurutnya, derasnya arus informasi berpotensi memicu polarisasi dan penyebaran ujaran kebencian apabila tidak disikapi secara bijak.

"Tantangan terbesar kita saat ini adalah media sosial. Karena rentan terjadi polarisasi dan ujaran kebencian. Jika tidak dibentengi, generasi muda kita bisa terseret dalam arus yang salah," ujarnya.

Abdul Malik mengatakan sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar selalu lahir dari peran generasi muda. Karena itu, kader IPNU diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan dengan menjadikan nilai-nilai Aswaja sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

"Rasulullah SAW dalam perjuangannya tidak pernah lepas dari peran pemuda. Sejarah ini harus menjadi refleksi bagi pelajar NU hari ini bahwa kalian adalah penggerak zaman," tuturnya.

Ia berharap seminar nasional tersebut menjadi momentum memperkuat kaderisasi di lingkungan IPNU sekaligus menanamkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai fondasi dalam menjaga hubungan antarsesama dan kehidupan berbangsa.

"Mudah-mudahan dengan seminar ini, regenerasi di tubuh IPNU akan semakin baik. Pesan saya untuk IPNU, pegang terus nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....