Wali Kota Palembang Ratu Dewa Pimpin Gerakan Bersih Sungai Musi
- 12 Sep 2026 17:43 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin aksi bersih Sungai Musi yang melibatkan sekitar 700 peserta.
- Pemerintah Kota Palembang menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya dan perubahan perilaku masyarakat.
- Gerakan lingkungan ini menjadi kolaborasi pemerintah, komunitas, relawan, mahasiswa, dan masyarakat.
RRI.CO.ID, Palembang - Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin aksi bersih-bersih Sungai Musi di kawasan 7 Ulu sekitar Jembatan Ampera, Sabtu, 12 September 2026. Gerakan tersebut melibatkan sekitar 700 peserta untuk mengurangi pencemaran sampah di sungai yang menjadi ikon Kota Palembang.
Kegiatan itu merupakan bagian dari Gerakan Menjaga Sungai Palembang dan Clean Up Sungai Musi. Peserta berasal dari berbagai unsur, seperti relawan, komunitas, mahasiswa, pemuda, masyarakat, dan pemerintah yang bersama-sama membersihkan kawasan bantaran sungai.
Aksi tersebut turut melibatkan The Guardians of The River ICCN Sumatera Selatan, Koordinator Daerah ICCN Sumsel Muhammad Hafidz Alfuqan, serta aktivis lingkungan asal Jerman Benedict Wermter atau Bule Sampah. Mereka menyusuri area sungai untuk mengangkat sampah yang mencemari lingkungan.
Ratu Dewa mengatakan Sungai Musi memiliki arti penting bagi masyarakat Palembang karena berkaitan dengan lingkungan, sejarah, dan identitas kota. Menurutnya, menjaga kebersihan sungai membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah.
“Atas nama Pemerintah Kota Palembang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya Gerakan Menjaga Sungai Palembang dan Clean Up Sungai Musi,” ujar Ratu Dewa.
Ia menjelaskan persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Palembang. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, timbulan sampah di kota tersebut mencapai sekitar 1.260 ton setiap hari atau lebih dari 460 ribu ton dalam satu tahun.
Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat pengelolaan sampah melalui berbagai program, termasuk pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Keramasan. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari.
Namun, Ratu Dewa menegaskan keberadaan fasilitas pengolahan sampah tidak menggantikan tanggung jawab masyarakat. Ia meminta warga mulai mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, dan tidak membuang limbah ke sungai.
“PSEL bukan berarti kita boleh terus menghasilkan sampah. Pengurangan dan pemilahan sampah tetap harus dimulai dari rumah, lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
Koordinator Daerah ICCN Sumatera Selatan Muhammad Hafidz Alfuqan mengatakan gerakan bersih Sungai Musi harus menjadi kegiatan berkelanjutan. Menurutnya, konsistensi masyarakat menjadi kunci dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
“Yang paling penting adalah konsisten. Gerakan ini jangan hanya berhenti pada satu kegiatan, tetapi harus terus dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Benedict Wermter mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kebersihan Sungai Musi. Aktivis lingkungan tersebut menilai aksi nyata perlu dibarengi kampanye publik agar kesadaran masyarakat semakin luas.
“Menurut saya kita harus membuat aksi, bukan cuma membuat aksi, tetapi juga membuat video, membuatnya viral dan membangun kesadaran,” katanya.
Gerakan bersih Sungai Musi menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Palembang berharap kesadaran menjaga sungai dapat tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....