TP PKK Palembang Perkuat Pencegahan Kekerasan Anak lewat KILAS

  • 19 Jun 2026 16:31 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Gerakan Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS) sebagai garda terdepan pencegahan kekerasan seksual.
  • Kader PKK dan kelompok Dasa Wisma diharapkan menjadi ujung tombak edukasi perlindungan anak di lingkungan masyarakat.
  • Orang tua diminta menguasai tiga hal penting yakni membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, memberikan edukasi perlindungan diri sesuai usia anak, Mengenali perubahan perilaku yang mengindikasikan kekerasan atau pelecehan seksual.

RRI.CO.ID, Palembang - TP PKK Kota Palembang menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS) yang digelar bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Palembang.

Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani mengatakan keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan. Karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan rumah tangga.

"Tim Penggerak PKK sebagai mitra strategis pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memutus rantai kasus ini. Melalui Gerakan KILAS, kita harus memastikan bahwa pencegahan dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga kita sendiri," ucapnya, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda. Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini.

Ia menegaskan TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membantu memutus mata rantai kekerasan seksual terhadap anak. Melalui Gerakan KILAS, keluarga didorong menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Dalam sosialisasi tersebut, Dewi menekankan tiga hal yang perlu dikuasai orang tua. Ketiganya meliputi membangun komunikasi terbuka dengan anak, memberikan edukasi perlindungan diri sesuai usia, serta mengenali perubahan perilaku yang mengarah pada indikasi kekerasan.

"Ada tiga poin penting yang harus dikuasai orang tua di rumah yaitu membangun komunikasi yang terbuka dan baik dengan anak. Selain itu, memberikan pendidikan perlindungan diri kepada anak, dan mampu mengenali tanda-tanda perubahan sikap jika anak mengalami kekerasan atau pelecehan seksual,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan orang tua memahami tanda-tanda kekerasan sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Langkah tersebut juga dapat meminimalkan dampak psikologis yang dialami anak.

Selain keluarga, peran kader PKK hingga kelompok Dasa Wisma dinilai penting dalam memperluas edukasi kepada masyarakat. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak penyebaran informasi mengenai perlindungan anak hingga tingkat lingkungan terkecil.

Dewi juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas digital anak. Pengawasan yang tepat dinilai mampu mengurangi risiko anak menjadi korban kekerasan maupun eksploitasi di ruang digital.

"Edukasi warga kita agar tidak mengucilkan korban, melainkan mendampingi mereka dan berani melaporkan pelaku ke pihak berwajib," pungkasnya.

TP PKK Kota Palembang juga mengajak masyarakat menghilangkan stigma terhadap korban kekerasan seksual. Warga diminta memberikan pendampingan kepada korban serta berani melaporkan pelaku kepada aparat penegak hukum agar kasus dapat ditangani secara tuntas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....