Dinkes Palembang Catat 496 Kasus DBD hingga Akhir Mei

  • 07 Jun 2026 23:03 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 496 kasus DBD dari Januari hingga 29 Mei 2026, namun jumlah tersebut dinilai masih terkendali dan tidak meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya
  • Upaya pencegahan DBD terus dilakukan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, karena fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa dan tidak membasmi jentik.
  • Seluruh puskesmas di Palembang disiagakan untuk mendukung pencegahan penyakit dengan menyediakan edukasi, masker, dan larvasida serta mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

RRI.CO.ID, Palembang - Sebanyak 496 kasus demam berdarah dengue atau DBD tercatat di Kota Palembang hingga Kamis, 29 Mei 2026. Jumlah tersebut masih terkendali dan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data itu menunjukkan kondisi DBD di Palembang masih relatif stabil selama lima bulan pertama tahun ini. Pemerintah kota pun terus memperkuat langkah pencegahan agar kasus tidak meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan, mengatakan tren DBD tahun ini masih rendah. Kondisi tersebut hampir sama dengan capaian yang tercatat sepanjang tahun 2025.

Lonjakan kasus yang cukup tinggi justru terjadi pada tahun 2024. Setelah periode tersebut, angka kejadian DBD cenderung berada pada tingkat yang lebih terkendali.

Perkembangan kasus hingga akhir Mei belum menunjukkan tanda peningkatan yang mengkhawatirkan. "Sepanjang Januari hingga 29 Mei 2026, jumlah tersebut masih relatif terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Yudhi, Kamis, 4 Juni 2026.

Selain DBD, Dinas Kesehatan juga memantau perkembangan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA selama musim kemarau. Hingga saat ini, belum ditemukan kenaikan kasus yang signifikan di Kota Palembang.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak musim kemarau terhadap kesehatan masyarakat masih dapat dikendalikan. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi perubahan situasi di lapangan.

Untuk menekan penyebaran DBD, Dinas Kesehatan terus menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui gerakan 3M Plus. Program itu mengajak masyarakat menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menampung air.

Gerakan tersebut dinilai lebih efektif memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD. Keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi warga menjaga kebersihan lingkungan.

Yudhi menjelaskan pengasapan hanya mampu membunuh nyamuk dewasa yang berada di sekitar lokasi. Metode tersebut tidak dapat memberantas jentik yang berkembang di tempat penampungan air.

Pemberantasan sarang nyamuk tetap menjadi langkah utama dalam pengendalian DBD. "Karena itu, PSN menjadi cara paling efektif untuk menekan penyebaran DBD di lingkungan masyarakat," ujarnya.

Seluruh puskesmas di Kota Palembang juga telah disiagakan menghadapi kemungkinan peningkatan penyakit selama musim kemarau. Fasilitas kesehatan tersebut menyediakan masker dan larvasida untuk mendukung upaya pencegahan.

Masyarakat diminta memanfaatkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan secara rutin. Langkah itu diharapkan mampu menekan perkembangan jentik nyamuk dan mencegah penyebaran DBD.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....