Cuaca Ekstrem Percepat Kerusakan di Ruas Terawas-Maur, Perbaikan Dikebut
- 26 Mei 2026 08:55 WIB
- Palembang
Poin Utama
- BBPJN Sumsel mempercepat perbaikan jalan rusak di ruas Terawas–Maur jelang Iduladha 2026.
- Hingga Mei 2026 tercatat ada 2.082 titik lubang di jalur lintas tengah tersebut.
- Sebanyak 2.018 titik telah ditangani, namun kerusakan baru masih terus bermunculan
- BPJN mengimbau pengendara tetap waspada karena sejumlah titik masih dalam perbaikan.
RRI.CO.ID, Muratara - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Selatan terus mempercepat perbaikan jalan rusak di ruas Terawas–Maur, Kabupaten Musi Rawas Utara, menjelang arus lalu lintas Iduladha 2026.
Kerusakan di jalur lintas tengah Sumatera itu terbilang masif. Hingga Mei 2026, BBPJN Sumsel mencatat sedikitnya 2.082 titik lubang tersebar di sepanjang ruas tersebut sudah ditangani.
Kepala Satker PJN II Sumsel, Mardalena, mengatakan, kerusakan di ruas Terawas–Maur memang terus bertambah dan membutuhkan penanganan lebih besar karena kondisi badan jalan sudah mengalami penurunan kualitas. Kondisi jalan juga mengalami retak buaya yang semakin meluas akibat cuaca ekstrem berkepanjangan.
“Memang kondisi jalan di sana banyak lubang. Retak buayanya sudah merata dan dengan cuaca ekstrem seperti sekarang, retakan itu sangat mudah berubah menjadi lubang,” ujar Mardalena, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sejak Januari hingga H-10 Lebaran Idulfitri lalu, BPJN Sumsel memfokuskan penanganan pada penutupan lubang untuk mendukung kelancaran arus mudik. Namun setelah masa Lebaran berakhir, pemeriksaan ulang menemukan banyak retakan lama yang berkembang menjadi lubang baru.
“Dari Januari sampai H-10 Lebaran Idul Fitri lalu kami fokus menutup lubang-lubang untuk jalur mudik. Tetapi setelah Lebaran, saat dilakukan pengecekan ulang, retakan yang sebelumnya belum berlubang ternyata sudah berubah menjadi lubang baru,” katanya.

Pada awal April 2026, BPJN kembali menemukan sekitar 500 titik lubang baru di luar kerusakan yang sebelumnya telah ditangani. Penanganan kemudian diprioritaskan pada titik dengan tingkat kerusakan paling berbahaya.
“Yang kami dahulukan itu lubang dengan kedalaman lebih dari empat sentimeter karena berpotensi membahayakan pengendara,” ujarnya.
Hingga 21 Mei 2026, BPJN Sumsel mencatat sekitar 2.018 titik lubang telah diperbaiki. Meski begitu, kerusakan masih terus muncul di sejumlah titik karena kondisi ruas dinilai sudah membutuhkan rekonstruksi menyeluruh.
“Kalau ditanya apakah masih ada lubang, jawabannya masih ada. Kondisi jalannya memang sudah membutuhkan penanganan besar, bukan sekadar tambal rutin,” tegas Mardalena.
Menurut dia, titik kerusakan paling parah berada di jalur Terawas–Maur. Selain faktor cuaca, kondisi tersebut dipicu usia jalan yang sudah tua dan belum mendapat penanganan besar selama lebih dari lima tahun.
“Yang paling banyak kerusakannya memang di antara Terawas–Maur. Umur jalannya sudah tua dan lebih dari lima tahun belum ada penanganan besar,” ujarnya.
Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan total belum dapat direalisasikan tahun ini. Dari total panjang ruas sekitar 98,8 kilometer, alokasi rekonstruksi pada 2026 hanya mencakup sekitar 300 meter. Sisanya masih ditangani melalui pemeliharaan rutin.
“Kalau bicara kebutuhan sebenarnya hampir sepanjang ruas itu perlu penanganan. Tetapi yang paling prioritas sekitar 9 sampai 10 kilometer,” katanya.
Saat ini BPJN Sumsel menyiagakan alat berat di lapangan dan melakukan perbaikan darurat dengan berbagai metode, mulai dari tambal sulam menggunakan agregat, hotmix, hingga campuran material karet agar jalan tetap bisa dilalui dengan aman.
“Prinsipnya sekarang bagaimana lubang cepat tertutup agar potensi kecelakaan tidak terjadi,” jelas Mardalena.
Selain percepatan perbaikan, BPJN Sumsel juga menambah pemasangan rambu peringatan di sejumlah titik rawan kerusakan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Masyarakat yang melintas di jalur Terawas–Maur selama periode Iduladha diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan maupun pada malam hari, karena sejumlah titik masih dalam proses penanganan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....