Antisipasi Macet, Perbaikan Jalan Muara Enim-Sugihwaras Terapkan Fast Track 24 Jam
- 08 Jul 2026 11:50 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Metode Fast Track: Perbaikan di STA 19 menggunakan rigid beton setebal 27 cm yang memungkinkan jalan dibuka kembali hanya dalam 24 jam pasca-pengecoran.
- Manajemen Lalu Lintas: Penggunaan sistem buka-tutup dengan dukungan flight man 24 jam dan pemasangan lampu selang untuk memastikan keselamatan pengendara di malam hari.
- Prioritas Penanganan: Fokus pengerjaan pada titik-titik kritis (krusial) sepanjang 25,2 km guna mendukung kelancaran arus lalu lintas selama musim libur panjang.
RRI.CO.ID, Palembang - Satuan Kerja (Satker) Perangkat Jalan Nasional (PJN) II Sumatera Selatan melakukan terobosan dalam mempercepat perbaikan ruas jalan Muara Enim-Simpang Sugihwaras. Untuk menghindari kemacetan panjang di jalur logistik yang padat, pihak PJN menerapkan teknologi beton fast track 24 jam pada titik rekonstruksi jalan.
Langkah ini diambil mengingat ruas tersebut merupakan jalur sibuk yang dilintasi kendaraan berat hingga truk multi-aksel. Jika menggunakan metode beton konvensional, masyarakat harus menunggu hingga 28 hari sebelum jalan bisa dilintasi. Namun, dengan teknologi ini, jalur bisa langsung dibuka untuk lalu lintas hanya sehari setelah pengecoran yang rencananya akan dimulai pada akhir pekan ke dua bulan Juli 2026.
"Begitu Minggu atau Senin sudah dicor, harusnya satu hari berikutnya sudah bisa dibuka open traffic. Kami kondisikan dari perencanaan menggunakan beton fast track 24 jam supaya besoknya sudah bisa digunakan masyarakat," tegas Kepala Satker PJN II Sumsel, Mardalena.

Pekerjaan efektif saat ini difokuskan pada STA 19 arah Sugihwaras. Mardalena menjelaskan bahwa metode kerja dilakukan per satu lajur (sebelah-sebelah) karena kondisi geografis yang ekstrem. Di beberapa titik, pekerja harus berjibaku dengan ruang sempit yang diapit jurang di satu sisi dan pagar pemukiman warga di sisi lainnya.
"Karena daerah situ banyak jurang dan tebing, kita tidak bisa membuat jalur detur (pengalihan). Maka kami menggunakan sistem buka-tutup dengan penyiapan petugas flagmen 24 jam yang berkoordinasi dengan kepolisian setempat," tambahnya.
Selain tantangan medan, proyek ini sempat dihantui kelangkaan solar industri dan fluktuasi harga aspal global yang mengganggu produksi. Namun, pihak PJN II memastikan kendala tersebut telah teratasi dengan memperluas jaringan distributor aspal dan solar guna menjamin kelangsungan proyek sesuai kontrak.

Hingga 6 Juli 2026, progres fisik perbaikan jalan ini mencatatkan angka 5,3 persen, atau mengalami deviasi positif sebesar 0,33 persen dari target rencana. Pihak PJN II kini tengah melakukan akselerasi sebelum memasuki masa sibuk tahun baru dan libur lebaran tahun depan yang diprediksi jatuh lebih awal.
Untuk menjamin keselamatan pengendara, rambu peringatan telah dipasang 300 meter sebelum lokasi pekerjaan. Pada malam hari, lampu selang bertenaga genset disiagakan untuk memandu pengemudi melintasi area proyek yang minim penerangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....