Palembang Dorong Budaya Membaca melalui Program Literasi
- 29 Apr 2026 07:20 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Penguatan budaya baca menjadi perhatian pemerintah daerah di Sumatera Selatan. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi lintas daerah untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat.
Komitmen itu dibahas dalam Rapat Teknis Urusan Perpustakaan se-Sumatera Selatan, Selasa, 28 April 2026. Forum tersebut mengangkat tema peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dan Tingkat Kegemaran Membaca.
Kegiatan dibuka Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dan dihadiri Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Aminuddin Aziz. Hadir pula para Bunda Literasi kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.
Bunda Literasi Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, menegaskan, pentingnya penguatan literasi sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan membaca perlu dibangun melalui pendekatan yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Palembang memperkuat sosialisasi gemar membaca di tingkat PAUD, SD, dan SMP. Program tersebut didukung optimalisasi perpustakaan keliling yang menjangkau sekolah-sekolah.
“Kami terus memperbarui koleksi buku dan meningkatkan kualitas perpustakaan,” ujar Dewi. Ia berharap, dukungan pemerintah pusat dapat memperkaya bahan bacaan di daerah.
Gubernur Herman Deru menilai perpustakaan harus menjadi ruang yang aktif dan relevan. Menurutnya, perpustakaan tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku.
“Perpustakaan harus hidup dengan kegiatan yang sesuai minat masyarakat,” ujar Herman. Ia menilai pendekatan kreatif dapat meningkatkan minat baca generasi muda.
Kepala Perpustakaan Nasional Aminuddin Aziz menyebut pengembangan perpustakaan kini berorientasi pada dampak nyata. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada aktivitas literasi yang langsung dirasakan masyarakat.
Menurutnya, perpustakaan aktif lebih berkontribusi dibanding fasilitas besar dengan aktivitas terbatas. Penguatan literasi juga diarahkan pada peningkatan kinerja setiap tingkatan pemerintahan.
Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel, Fitriana, menjelaskan, rapat teknis menjadi forum penyusunan program kerja 2027. Kolaborasi antarlembaga dinilai penting untuk memperkuat budaya baca.
Ia menyebut penguatan literasi dilakukan melalui kerja sama lintas sektor. Pemerintah menggandeng BUMN, komunitas, dan lembaga pendidikan dalam pelaksanaan program.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam meningkatkan literasi masyarakat,” ujar Fitriana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....