Kasus Campak Meningkat, RSMH Palembang Gelar Vaksinasi Campak Rubela bagi Nakes
- 10 Apr 2026 23:00 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Kasus campak di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mengambil langkah cepat guna mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama di lingkungan fasilitas kesehatan.
Sebagai respons, pemerintah menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1837/2026 tentang pemberian imunisasi Campak Rubela (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Kebijakan ini menyasar tenaga kesehatan di rumah sakit Kementerian Kesehatan, rumah sakit umum daerah, dokter gigi, dokter umum serta dokter peserta program internsip.
Program imunisasi ini dilaksanakan di fasilitas kesehatan milik pemerintah yang tersebar di 14 provinsi. Salah satu lokasi pelaksanaan adalah RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang yang menjadi titik awal pencanangan nasional.
Pencanangan imunisasi campak secara nasional resmi dilakukan di RSUP Mohammad Hoesin Palembang pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat perlindungan tenaga kesehatan dari penyakit menular.
Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Mohammad Hoesin Palembang, Paryanto menyampaikan bahwa imunisasi ini merupakan bagian dari program nasional. Ia menegaskan pentingnya perlindungan bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan.
“Pada tahap awal, sebanyak 100 tenaga kesehatan menerima vaksin campak. Terdiri dari dokter, residen, perawat, koas, serta tenaga kesehatan lainnya yang aktif memberikan pelayanan kepada pasien,” ujar Paryanto.
| Baca juga: Lima Daerah Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla |
RSUP Mohammad Hoesin menjadi salah satu rumah sakit rujukan besar yang ditunjuk sebagai lokasi kick-off program ini. Selain di Palembang, kegiatan serupa juga dilakukan di beberapa rumah sakit besar lainnya di Indonesia.
Program ini diharapkan mampu menekan risiko penularan campak di lingkungan rumah sakit. Dengan tenaga kesehatan yang terlindungi, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan aman.
Dalam tiga bulan terakhir, RSUP Mohammad Hoesin Palembang mencatat sebanyak 39 kasus campak. Meskipun seluruh pasien telah dinyatakan sembuh, peningkatan kasus ini tetap menjadi perhatian serius.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Trisnawarman, mengungkapkan bahwa hingga awal April 2026 terdapat 1.587 kasus campak di wilayahnya. Kota Palembang menjadi penyumbang terbanyak dengan sekitar 808 kasus, termasuk lebih dari 400 kasus positif.
Ke depan, imunisasi campak akan diperluas ke berbagai fasilitas kesehatan di tingkat provinsi hingga kabupaten. Pemerintah juga terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan vaksin mencukupi kebutuhan.
“Sampai awal bulan ini, terdapat 1.587 kasus campak di Sumatera Selatan. Kasus terbanyak berada di Palembang, hampir 808 kasus, dengan sekitar 400 kasus terkonfirmasi positif,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran vital dalam pelayanan publik. Oleh karena itu, imunisasi ini ditargetkan menjangkau sekitar 5.800 tenaga kesehatan di Sumatera Selatan, dengan ketentuan pemberian vaksin disesuaikan berdasarkan riwayat imunisasi sebelumnya.
Adapun ketentuan pemberian imunisasi MR antara lain tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis vaksin campaktidak perlu divaksin ulang. Sedangkan yang baru menerima satu dosis akan diberikan tambahan satu dosis dan yang belum pernah divaksin akan diberikan dua dosis dengan interval minimal 28 hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....