Inflasi Palembang Naik 0,58 Persen jelang Ramadan

  • 03 Mar 2026 11:00 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - BPS Kota Palembang mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,58 persen secara bulanan, angka ini meningkat dibanding Januari dan mendorong inflasi tahunan menjadi 4,37 persen. Inflasi tahun kalender hingga Februari tercatat sebesar 0,63 persen, data tersebut disampaikan, Senin 2 Maret 2026.

Kenaikan harga emas perhiasan dan pangan strategis memicu inflasi menjelang Ramadan. Cuaca ekstrem turut menekan pasokan dan distribusi bahan pangan di pasar tradisional.

Kepala BPS Kota Palembang Edi Subeno menyebut emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan. Komoditas itu memberi andil 0,240 persen terhadap inflasi Februari.

“Harga emas perhiasan naik signifikan mengikuti tren penguatan harga emas global, sehingga menjadi penyumbang inflasi terbesar bulan ini,” katanya.

Selain emas, harga cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, tomat, dan ikan dencis ikut meningkat. Produksi hortikultura menurun akibat cuaca sehingga memicu gangguan pasokan.

Peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan memperkuat tekanan harga bahan pokok. Dari 393 komoditas yang dipantau, 89 komoditas tercatat mengalami kenaikan harga.

Sebanyak 29 komoditas mengalami penurunan harga dan 275 komoditas relatif stabil. Kondisi ini menunjukkan inflasi bersifat selektif dan tidak terjadi secara menyeluruh.

Secara tahunan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberi andil terbesar. Kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 1,82 persen.

Penyesuaian tarif listrik serta kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi mendorong tekanan tahunan. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang inflasi 1,74 persen.

Penurunan harga BBM nonsubsidi menahan laju inflasi dengan andil deflasi 0,045 persen. “Penurunan harga bensin sedikit meredam tekanan inflasi bulan ini,” ujarnya.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan komitmen pengendalian inflasi melalui strategi 4K. Strategi itu mencakup ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Menipisnya pasokan akibat cuaca ekstrem menurunkan hasil panen. Ditambah peningkatan permintaan menjelang Ramadan, harga cabai dan daging ayam ikut terdorong naik,” tuturnya.

Pemkot menyiapkan pasar murah dan memperkuat kerja sama antar daerah. Pemerintah juga merehabilitasi jalan serta merevitalisasi pasar untuk mendukung distribusi pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....