Budaya Lokal Jadi Kekuatan UMKM Palembang Tarik Pelanggan

  • 11 Agt 2026 17:44 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kekayaan budaya dan sejarah lokal merupakan daya tarik utama bagi produk UMKM di Kota Palembang, termasuk produk kuliner dan wastra tradisional.
  • Alfan Fedrianto, Kepala Politeknik Prasetiya Mandiri Palembang, menekankan bahwa pelaku UMKM dapat memanfaatkan budaya lokal sebagai keunggulan kompetitif produk mereka.
  • Identitas budaya daerah yang terintegrasi dalam produk UMKM menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan nilai dan daya jual produk lokal.

RRI.CO.ID, Palembang - Kekayaan budaya dan sejarah lokal menjadi salah satu daya tarik utama produk UMKM di Kota Palembang. Nilai tersebut terlihat pada berbagai produk kuliner dan wastra yang mengangkat identitas budaya daerah.

Kepala Politeknik Prasetiya Mandiri Palembang Alfan Fedrianto mengatakan, pelaku UMKM dapat memanfaatkan kekayaan budaya lokal sebagai keunggulan produk. Ia menyampaikan pandangan tersebut saat menjadi narasumber program Santai Siang Pro 2 RRI Palembang, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurut Alfan, pengalaman sebagai warga luar Palembang membuatnya melihat sejumlah keunikan pada produk lokal. Salah satunya terlihat dari penggunaan nama khas yang melekat pada kuliner Palembang.

“Di Palembang istilah jadi ciri khas utamanya, seperti nama pempek kapal selam,” ujar Alfan.

Ia menilai pengalaman menikmati pempek di Palembang juga memiliki karakter berbeda dibandingkan daerah lain. Perbedaan rasa pempek dan cuko dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat luar daerah untuk mencoba produk kuliner Palembang.

Alfan mengatakan, nama unik, kekayaan budaya, dan sejarah produk dapat menjadi keunggulan bagi pelaku UMKM. Menurutnya, identitas budaya Melayu juga terlihat melalui keberagaman motif pada songket dan tanjak yang menjadi bagian dari produk lokal.

Dari berbagai sektor UMKM di Palembang, Alfan melihat kuliner memiliki daya tarik yang cukup besar. Menurutnya, banyaknya pelaku usaha kuliner menunjukkan tingginya potensi sektor tersebut untuk terus dikembangkan.

“Ternyata kuliner ini menarik daya tarik untuk UMKM gitu kalau menurut saya,” katanya.

Meski memiliki pasar yang besar, Alfan mengingatkan pelaku UMKM untuk menghadirkan keunikan agar produknya tidak mudah dibandingkan dengan usaha sejenis. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah memperkuat identitas usaha melalui nama dan cerita di balik produk.

Menurut Alfan, pelanggan cenderung tertarik pada produk yang memiliki nilai sejarah. Nilai tersebut tidak hanya berasal dari sejarah Kota Palembang, tetapi juga dapat dibangun melalui perjalanan usaha yang dikembangkan pelaku UMKM.

“Contohnya ada warung pempek tertulis buka sejak tahun 1970, itu lebih menarik pelanggan,” tuturnya.

Alfan menilai cerita mengenai perjalanan usaha dapat membentuk persepsi yang kuat di mata pelanggan. Karena itu, pelaku UMKM perlu mengemas identitas budaya, sejarah, dan perjalanan usaha sebagai bagian dari strategi memperkuat daya tarik produk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....