KKI 2026 Buka Peluang UMKM Sumsel Tembus Pasar Nasional

  • 21 Agt 2026 10:25 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Acara berlangsung secara langsung (luring) di Hall A dan B Jakarta International Convention Center pada tanggal 20–23 Agustus 2026.
  • Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan membawa 14 UMKM binaan untuk mengikuti Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
  • Karya Kreatif Indonesia 2026 menjadi platform penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperluas pasar dan membuka jejaring bisnis baru.

RRI.CO.ID, Jakarta - Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sumatera Selatan untuk memperluas pasar dan membuka jejaring bisnis baru.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan membawa 14 UMKM binaan untuk mengikuti KKI 2026 secara luring di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 20–23 Agustus 2026.

Ke-14 UMKM tersebut terdiri atas 10 pelaku usaha wastra dan ready to wear, dua UMKM aksesori, serta dua UMKM makanan dan minuman olahan. Sejumlah produk unggulan Sumatera Selatan yang tampil antara lain Putroh Ramadhan, Brilianto, Jamilah x Prafito, Rumah Songket Adis, Pyo Jewelry, Ilham Bahari, Nirmala Songket, Awan Kerupuk 988, dan Pempek Cek Molek.

Keikutsertaan itu tidak sekadar menjadi ajang memamerkan produk. Bagi UMKM Sumsel, KKI menjadi kesempatan untuk bertemu calon pembeli, membangun kemitraan, sekaligus melihat langsung kebutuhan pasar yang lebih luas.

Selain 14 UMKM yang hadir di lokasi pameran, Bank Indonesia Sumatera Selatan juga memfasilitasi 17 UMKM untuk mengikuti business matching ekspor. Sebanyak 32 UMKM lainnya mengikuti rangkaian KKI secara daring.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat UMKM Sumsel agar tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi. Penguatan kualitas produk, branding, digitalisasi, pembiayaan, dan jejaring usaha menjadi modal penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional hingga global.

Secara keseluruhan, KKI 2026 mengangkat tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Kegiatan yang berlangsung 20–23 Agustus itu diselenggarakan Bank Indonesia bersama 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga hal, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry saat membuka KKI 2026.

Semangat tersebut juga tercermin dari tema budaya Aceh yang diangkat dalam KKI tahun ini, yakni “Beudaya, Meusare-Sare” yang bermakna berdaya bersama-sama. KKI sekaligus diarahkan untuk mendukung pemulihan UMKM, termasuk yang berada di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam.

UMKM sendiri memiliki posisi penting dalam perekonomian Indonesia. Jumlah pelakunya mencapai sekitar 64 juta, menyerap 97 persen tenaga kerja, serta menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto nasional.

Di Sumatera Selatan, jumlah pelaku UMKM diperkirakan mencapai 2,3 juta. Besarnya basis pelaku usaha tersebut membuat penguatan akses pasar dan pembiayaan menjadi penting agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu meningkatkan skala usahanya.

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11. Tahun ini, Bank Indonesia menghadirkan sejumlah pengembangan baru, antara lain program CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak.

Dari sisi partisipasi, lebih dari 550 UMKM mengikuti pameran secara luring di JICC. Sementara itu, pameran daring melalui platform Karya Kreatif Indonesia melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Angka tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Selama empat hari, KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Agenda tersebut mencakup talkshow, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan dan ekspor, showcase UMKM unggulan, Cangkir Nusantara, promosi pariwisata, hingga berbagai aktivitas yang mengangkat konsep keberlanjutan.

Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.

Bagi Sumatera Selatan, keterlibatan dalam KKI menjadi salah satu pintu untuk membawa produk daerah keluar dari pasar lokal.

"Tantangannya kini bukan sekadar menghasilkan produk, tetapi memastikan kualitas, kemasan, cerita produk, dan kemampuan produksi mampu mengikuti kebutuhan konsumen yang semakin luas," kata Kepala BI Sumsel Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, dalam keterangan tertulis.

Dengan akses pasar dan jejaring yang semakin terbuka, UMKM Sumsel diharapkan dapat berkembang dari usaha berbasis lokal menjadi pelaku usaha yang memiliki daya saing nasional dan peluang ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....