Kreativitas Syawaluddin Sulap Sisa Songket Jadi Tas dan Souvenir

  • 09 Sep 2026 08:29 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Potongan kain songket yang tersisa dari proses pembuatan peci tidak selalu berakhir sebagai limbah. Bagi Alza Peci Palembang, sisa kain justru menjadi bahan untuk menciptakan produk kerajinan bernilai ekonomi.

Pemilik Alza Peci Palembang, Syawaluddin, mengatakan ide tersebut muncul karena merasa sayang jika potongan kain songket langsung dibuang. Dari sisa bahan tersebut, ia mulai mencoba membuat produk lain seperti tas dan gantungan kunci.

“Dari sisa potongan peci itu sayang kalau dibuang. Kami berpikir bagaimana memanfaatkannya, lalu mencoba menganyamnya hingga menjadi tas,” katanya dala sesi obrolan Teras UMKM, Jumat, 4 September 2026.

Tas tersebut dibuat menggunakan potongan-potongan songket dengan ukuran yang berbeda. Potongan kain terlebih dahulu dikumpulkan dan disusun sebelum dianyam menjadi bagian utama tas.

Berbeda dengan tas berbahan kain utuh yang dapat langsung dipotong sesuai pola, pembuatan tas dari kain perca songket membutuhkan proses lebih panjang. Setiap potongan harus disesuaikan agar motif dan warnanya tetap terlihat serasi.

Selain tas, potongan songket berukuran lebih kecil dimanfaatkan menjadi gantungan kunci. Produk tersebut dibuat dalam bentuk tanjak sehingga tetap membawa identitas budaya Palembang.

Syawaluddin mengatakan bahan utama songket diperoleh langsung dari pengrajin. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk kerja sama antarpelaku UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan bersama.

Ia juga memanfaatkan bagian pinggir selendang songket sebagai salah satu bahan pembuatan peci. Cara ini dinilai lebih terjangkau dibandingkan menggunakan kain songket utuh dan memungkinkan peci dibuat serasi dengan busana songket yang dikenakan keluarga.

“Pengembangan produk berbahan sisa songket tersebut masih terus dilakukan. Selain tas dan gantungan kunci, Alza Peci juga mulai mengembangkan berbagai produk lain yang dapat dijadikan cendera mata,” katanya sambil menunjukan beberapa produk yang ia buat.

Syawaluddin berharap pemanfaatan potongan songket dapat mengurangi bahan terbuang sekaligus membuka peluang usaha baru. Produk berbasis songket juga dinilai memiliki potensi untuk menjadi buah tangan khas Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....