UMKM Palembang Perluas Pasar dengan Promosi Digital

  • 21 Jul 2026 22:04 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • UMKM kuliner terus menjadi tulang punggung ekonomi Kota Palembang tahun 2026, dengan tren go digital, pengemasan modern, dan ekspansi luar kota.
  • Dirintis sejak 2023 oleh Alun WD berawal dari hobi memasak dengan menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
  • Menjadi solusi efisien dalam mengatasi keterbatasan modal usaha rumahan agar produksi sesuai pesanan dan meminimalisir risiko kerugian.
  • Mengandalkan menu favorit seperti cumi pedas nagih dan asinan buah premium, serta memanfaatkan media sosial, konten digital, dan promosi word of mouth.

RRI.CO.ID, Palembang - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di Kota Palembang terus berkembang dengan memadukan cita rasa khas dan pemasaran digital. Langkah tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus mendorong produk lokal menembus luar daerah.

Perkembangan itu disampaikan Owner El's Khitchen Palembang, Alun WD, saat menjadi narasumber Dialog UMKM Bicara di Pro 1 RRI Palembang, Senin, 20 Juli 2026. Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci agar usaha kuliner mampu bertahan di tengah persaingan.

Alun mengatakan El's Khitchen mulai beroperasi pada 2023 berawal dari kegemarannya memasak dan mencoba berbagai menu baru. Pengalaman tersebut mendorongnya membangun usaha kuliner dengan mengembangkan resep yang telah dimodifikasi.

"Awalnya saya hobi memasak dan memang suka mencoba hal-hal baru. Dari situ saya memberanikan diri membuka usaha dengan menggunakan metode ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi," ujarnya.

Ia menjelaskan nama El's Khitchen memiliki makna khusus yang berkaitan dengan identitas usaha keluarga. Kata "El" diambil dari nama anaknya, sedangkan "Khitchen" menggambarkan dapur rumahan yang melayani pesanan melalui sistem pre-order.

"Nama El itu diambil dari nama anak saya, sedangkan Khitchen menggambarkan dapur rumah. Kami tidak ready setiap hari karena sistem penjualannya melalui pre-order," katanya.

Menu pertama yang dipasarkan El's Khitchen adalah cumi pedas nagih dan hingga kini masih menjadi favorit pelanggan. Selain itu, usaha tersebut juga menawarkan asinan buah menggunakan bahan baku premium untuk menjaga kualitas produk.

"Menu pertama kami adalah cumi pedas nagih. Untuk asinan, kami memakai buah premium seperti delima, leci, dan stroberi, bukan buah kalengan agar kualitas dan rasanya tetap terjaga," tuturnya.

Alun mengakui keterbatasan modal menjadi tantangan utama dalam mengembangkan usaha. Karena itu, sistem pre-order dipilih agar produksi sesuai dengan jumlah pesanan dan lebih efisien.

"Modal sangat berpengaruh dalam menjalankan usaha. Karena itu kami memilih sistem pre-order agar produksi lebih efisien dan tidak mengalami kerugian," ujarnya.

Untuk memperluas pasar, El's Khitchen memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi utama. Strategi tersebut diperkuat dengan pembuatan konten digital dan promosi dari pelanggan ke pelanggan.

"Pemasaran kami lebih banyak melalui media sosial, membuat konten, dan promosi dari teman ke teman. Cara itu cukup efektif untuk mengenalkan produk kepada masyarakat," katanya.

Alun menilai pemanfaatan teknologi digital memberi peluang lebih besar bagi UMKM kuliner untuk berkembang. Inovasi produk yang dipadukan dengan pemasaran digital dinilai mampu meningkatkan daya saing usaha lokal di tengah persaingan industri kuliner.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....