Lapak HP Seken Bawah Ampera Bertahan Hadapi Saingan Penjualan Ponsel Daring Murah

  • 15 Agt 2026 09:28 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Lapak penjualan telepon genggam bekas di kawasan bawah Jembatan Ampera, Pasar 16 Ilir, Palembang, masih bertahan di tengah pesatnya penjualan ponsel melalui platform daring. Meski menghadapi persaingan yang semakin ketat, pelaku usaha tetap mengandalkan penjualan langsung kepada masyarakat.

Pemilik lapak HP seken Jon, Joni mengatakan harga ponsel yang dijual bervariasi sesuai tipe dan kondisi barang. Ponsel keluaran lama dibanderol mulai Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, sedangkan ponsel keluaran yang lebih baru dijual dengan harga sekitar Rp1 juta.

Menurut Jon, sebagian besar stok ponsel diperoleh dari masyarakat yang menjual perangkat bekas kepadanya. Selain itu, ia juga membeli ponsel bekas dari sejumlah konter untuk dijual kembali setelah melalui proses pengecekan dan perbaikan apabila ditemukan kerusakan ringan.

"Kalau ada HP yang rusaknya sedikit tetap saya ambil. Nanti saya perbaiki dulu supaya layak dijual lagi," kata Jon saat ditemui di kawasan bawah Jembatan Ampera, Pasar 16 Ilir, Palembang, Jumat 14 Agustus 2026.

Jon mengaku telah menjalankan usaha jual beli HP bekas selama empat tahun. Lapaknya beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan jumlah penjualan yang tidak menentu, namun masih mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia menuturkan tantangan terbesar saat ini tidak hanya berasal dari sesama pedagang HP bekas, tetapi juga dari maraknya penjualan ponsel baru dengan harga terjangkau melalui toko daring. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat lebih memilih berbelanja secara online.

"Sekarang sudah banyak HP baru yang harganya murah di online. Orang juga lebih sering cari HP seken lewat internet daripada datang langsung ke lapak," ujarnya.

Menurut Jon, masih ada pelanggan yang datang langsung untuk mencari ponsel bekas sesuai kebutuhan dan anggaran. Menurutnya, pembeli datang secara tidak menentu sehingga tidak ada periode tertentu yang menjadi waktu penjualan paling ramai.

Jon menilai keberadaan lapak HP seken masih dibutuhkan karena memberikan pilihan ponsel dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan membeli HP baru. Ini lah yang menjadi salah satu alasan usaha jual beli ponsel bekas masih memiliki pasar di tengah perubahan tren belanja masyarakat.

Ia berharap usahanya dapat terus bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Jon juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan permodalan agar pelaku usaha kecil memiliki kesempatan menambah stok ponsel bekas untuk dijual kembali. "Harapan saya lapak ini tetap bisa bersaing dan pemerintah bisa membantu permodalan supaya kami bisa membeli stok HP seken untuk dijual lagi," tuturnya.

Laporan: M. Wirya Gunawan, Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....