Libur Panjang, BBPJN Ingatkan Titik Rawan Longsor Lahat-Bengkulu

  • 05 Jun 2025 15:25 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel mengimbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan di jalur utama Lahat-Pagar Alam-Tanjung Sakti-Bts Bengkulu pada masa libur panjang Idul Adha 2025. Jalur yang dikenal dengan keindahan alamnya ini, sayangnya, juga rawan longsor, terutama saat cuaca ekstrem.

Kepala Satuan Kerja PJN 2 BBPJN Sumsel, Mardalenna, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (5/6/2025), menjelaskan, peningkatan volume kendaraan akan terjadi signifikan selama libur panjang.

"Sehari-hari jalan ini lebih banyak dilalui oleh masyarakat lokal yang bekerja di sekitar kawasan tersebut. Tapi saat libur panjang, jumlah kendaraan meningkat karena banyak warga dari luar daerah yang berkunjung, terutama ke arah Tanjung Sakti yang punya taman bermain dan spot foto menarik," ujarnya.

Meskipun demikian, Lenna mengingatkan bahwa kawasan perbukitan dan tebing yang mendominasi jalur ini sangat rentan terhadap longsor.

"Longsor itu tidak bisa diprediksi. Bisa terjadi kapan saja, baik saat hari kerja maupun hari libur. Oleh karenanya kepada pengguna jalan terutama saat cuti bersama menjelang Hari Raya Idul Adha diharpa tetap berhati-hati," tegasnya.

Sebagai bentuk antisipasi, BBPJN Sumsel telah menyiagakan alat berat dan personel di sejumlah titik rawan longsor. Tim siaga, termasuk warga lokal yang memahami medan, juga telah disiapkan.

"Kami sudah siapkan DRU (Disaster Relief Unit) dan tim di lapangan. Bahkan, pada kejadian terakhir, alat berat hanya butuh waktu satu jam untuk tiba dan membersihkan material karena lokasi longsor cukup dekat dari pos kami di Tanjung Sakti," tambah Lenna.

Titik Black Spot atau Titik Bahaya di KM 307+250 Desa Sidang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat.

Titik-titik rawan longsor terbentang dari Simpang Air Dingin menuju kawasan Endikat Atas, masuk wilayah Kota Pagar Alam, hingga ke Tanjung Sakti dan batas Manna. Di area ini, jurang dan tebing berada sangat dekat dengan bahu jalan, meningkatkan risiko longsor.

"Lebih tepatnya bukan sekadar waspada, tapi lebih kami perhatikan. Kami tidak ingin memberi kesan seolah mengharapkan bencana. Tapi memang ini jalur yang butuh perhatian khusus," jelas Lenna.

Saat ini, Lenna menyebutkan bahwa jalan di wilayah Lahat, Pagar Alam, hingga ke Empat Lawang dan Tebing Tinggi diklaim berfungsi secara normal, meskipun kondisi fisiknya belum sepenuhnya mantap.

"Kondisi jalan yang jelas fungsional, dalam artian masih bisa dilalui masyarakat. Kalau ada lubang, kami berusaha tutup segera," ungkapnya.

Selain itu, Lenna juga mengingatkan pengendara, khususnya motor, untuk ekstra hati-hati saat melintas di malam hari karena minimnya pencahayaan. Terkait rambu peringatan rawan longsor, BBPJN mengakui sering terjadi kerusakan atau hilang. Pihaknya pun meminta kerja sama masyarakat untuk melaporkan atau membantu memasang kembali rambu-rambu tersebut demi keselamatan bersama.

Sementara itu, PPK 2.3 PJN Sumsel, Untung, mengungkapkan, jalan nasional pada ruas 2.3 memiliki panjang 111,63 Km dengan 69 jembatan. Sedikitnya tercatat delapan titik rawan longsor yang membutuhkan penanganan. Pada tahun ini, pihaknya melaksanakan dua paket longsoran di wilayah Lahat masing-masing di KM 224+750 dan KM 226.

“Untuk KM 226 sudah mulai kontrak, sementara di KM 224+750 sedang berproses untuk pembuatan PUH (Pembahasan Usulan HPS). Untuk titik lainnya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” terang Untung.


Untung juga mengimbau pengendara untuk ekstra hati-hati dengan “Jebakan Betmen” yang berada pada sejumlah lokasi di ruas Lahat-Tanjung Sakti seperti di daerah Lubuk Sepang KM 229+980 dan KM 230+100, Endikat KM 254+660, Lematang KM 273+460 dan Tanjung Sakti KM 309+970.

“Pada titik-titik itu potensi longsor cukup tinggi. Sementara ini yang dapat kami lakukan pemasangan rambu, pembersihan material dan menjaga keadaan jalan tetap fungsional,” kata Untung.

Sebagai langkah antisipasi saat terjadi longsor, Untung juga mengaku telah berkoordinasi dengan aparat pemerintah daerah setempat agar dapat berkolaborasi dalam penanganan bencana.

“Misalnya dengan menyediakan mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan sisa lumpur pasca longsor untuk menghindari kecelakaan akibat jalan licin,” bebernya.

Selain titik rawan longsor, Untung juga mengimbau pengendara untuk mewaspadai beberapa titik black spot atau titik bahaya diantaranya KM 307+250 Desa Sidang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Lokasi ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan karena ruang pandang pada tikungan yang sangat sempit.

“Penanganan dengan melakukan pelebaran jalan rencananya akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini kami rencanakan penanganan sepanjang 100 meter dari total panjang 300 meter. Tahun depan akan dilanjutkan sesuai dengan ketersediaan anggaran,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....