Keluarga Sakinah Dibangun dengan Iman, Komunikasi, dan Keteladanan
- 13 Apr 2026 12:41 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Keluarga sakinah menjadi cita-cita setiap rumah tangga muslim yang ingin menghadirkan ketenangan, keharmonisan, dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini berakar pada nilai keimanan, kasih sayang, serta tanggung jawab yang diajarkan dalam Islam.
Istilah sakinah merujuk pada ketenteraman yang lahir dari hubungan yang dilandasi cinta, saling menghormati, dan komitmen menjalankan peran masing-masing. Nilai tersebut menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan rumah tangga.
Ustaz Saiful Anwar menyampaikan hal tersebut dalam Dialog Mutiara Pagi di Palembang, Senin 13 April 2026, sekaligus menegaskan bahwa rumah tangga tidak pernah lepas dari dinamika kehidupan. Menurutnya, setiap pasangan harus siap menghadapi tantangan yang datang secara bertahap.
Ia mengibaratkan perjalanan rumah tangga seperti aliran air yang mengalir dari hulu ke hilir dan pasti melewati berbagai rintangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masalah merupakan bagian dari proses menuju kedewasaan dalam berkeluarga.
“Rumah tangga itu pasti ada masalah, seperti air yang mengalir dan melewati batu,” ujarnya, menekankan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi ujian. Ia menilai setiap pasangan harus mampu mengelola konflik secara bijak.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dalam membangun rumah tangga adalah menciptakan keluarga yang sakinah, sehingga tercipta ketenangan dan keharmonisan yang berkelanjutan. Kondisi ini memungkinkan pasangan saling menguatkan dalam berbagai situasi kehidupan.
“Rumah tangga itu harus sakinah, penuh ketenangan dan keharmonisan,” tuturnya, menegaskan bahwa keharmonisan tidak hadir secara instan, melainkan dibangun melalui proses. Ia menilai komitmen menjadi faktor penting dalam menjaga hubungan.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan jujur menjadi kunci utama dalam menjaga hubungan suami istri agar tetap harmonis dan saling memahami. Setiap permasalahan harus diselesaikan melalui musyawarah tanpa mengedepankan emosi.
Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan hak dan kewajiban secara seimbang antara suami dan istri agar tercipta hubungan yang adil dan saling mendukung. Keseimbangan peran menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keluarga.
Selain itu, pendidikan agama dalam keluarga menjadi landasan utama dalam membentuk karakter anak sejak dini melalui kebiasaan ibadah dan penanaman akhlak mulia. Nilai tersebut akan menjadi bekal anak dalam menjalani kehidupan.
Ia menambahkan bahwa cinta dan kasih sayang harus terus dipupuk dalam kehidupan rumah tangga agar hubungan tetap hangat dan penuh kebersamaan. Perasaan tersebut menjadi penguat dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Setiap pasangan harus bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing,” katanya, menegaskan bahwa sikap saling menerima menjadi kunci keharmonisan. Ia menilai penerimaan akan memperkuat ikatan emosional.
Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan dalam membangun keluarga agar memiliki arah yang jelas, mulai dari kesiapan menikah hingga pola pendidikan anak. Perencanaan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....