Didikan Kasar Berisiko Diwariskan, Luka Masa Lalu Ayah Harus Diputus
- 09 Sep 2026 21:45 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pola asuh ayah yang keras berisiko membentuk siklus pengasuhan berulang yang diterapkan anak ketika menjadi orang tua.
- Pengalaman trauma dan perlakuan kasar di masa kecil dapat memengaruhi cara seseorang memperlakukan pasangan dan anaknya di masa depan.
- Untuk memutus siklus pengasuhan keras, seseorang perlu menyadari dan menyelesaikan luka pengasuhan yang dialami sejak masa kecil.
RRI.CO.ID, Palembang – Pola asuh ayah yang dilakukan dengan kekerasan berisiko membentuk siklus pengasuhan yang kembali diterapkan anak ketika kelak menjadi orang tua. Pengalaman masa kecil, termasuk perlakuan kasar yang diterima dari orang tua, dapat memengaruhi cara seseorang memperlakukan pasangan dan anaknya di kemudian hari.
Ketua Rumah Cinta ALLPIND, Vionna, mengatakan sebagian ayah yang bersikap keras kepada keluarga memiliki pengalaman serupa ketika masih kecil. Menurutnya, pola tersebut dapat terus terbawa apabila seseorang tidak menyadari dan menyelesaikan luka pengasuhan yang dialaminya
“Luka pengajaran, luka kita di zaman dulu yang dididik oleh cara kolonial-kolonial itu ada yang meng-estafetkannya ke anak,” ujar Vionna dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Pro 1 RRI Palembang, Senin, 7 September 2026. Ia menilai pengalaman buruk dalam pengasuhan perlu diputus agar tidak kembali diwariskan kepada generasi berikutnya.
Viona menjelaskan, memutus siklus tersebut dapat dimulai dengan mengakui pengalaman dan emosi yang masih terbawa dari masa lalu. Orang tua juga perlu belajar memahami pola pengasuhan serta tidak menganggap bantuan psikologis, konseling, atau pendampingan profesional sebagai sesuatu yang tabu.
Menurutnya, seorang ayah juga perlu mampu menurunkan ego ketika berhadapan dengan anak, termasuk ketika menyadari telah melakukan kesalahan. Keberanian meminta maaf kepada anak dinilai bukan sebagai bentuk kehilangan wibawa, tetapi bagian dari upaya membangun hubungan yang sehat.
"Kalau memang misalnya ayahnya agak patriotik susah ya, sesuai biasanya dengan kebiasaan ayah itu dididik seperti apa,” kata Vionna. Ia menambahkan, perubahan pola pengasuhan tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi perlu dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan keluarga.
Vionna mengatakan orang tua perlu mengendalikan sikap ketika menghadapi anak, terutama saat muncul persoalan dalam keluarga. Menurutnya, komunikasi yang lemah lembut tetap diperlukan agar anak mendapatkan pendidikan dan teladan yang baik dari lingkungan rumah.
Vionna mengingatkan bahwa rumah merupakan lingkungan awal bagi anak untuk belajar mengenai sikap, tanggung jawab, dan cara memperlakukan orang lain. Karena itu, orang tua perlu membekali diri dengan pengetahuan pengasuhan dan memperbaiki pola yang kurang tepat agar pengalaman buruk tidak kembali diwariskan kepada anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....