Kehadiran Ayah Jadi Bagian Penting dalam Kehidupan Anak
- 09 Sep 2026 21:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Ayah dinilai perlu hadir secara emosional dalam kehidupan anak, bukan hanya memenuhi kebutuhan materi.
- Perhatian dan komunikasi sederhana dapat memperkuat kedekatan serta rasa aman anak.
- Kesepahaman ayah dan ibu dalam pola asuh penting untuk membangun hubungan keluarga yang sehat.
RRI.CO.ID, Palembang – Kehadiran ayah dalam keluarga tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga melalui keterlibatan dalam kehidupan anak. Perhatian, komunikasi, kasih sayang, dan keteladanan menjadi bagian penting agar anak memiliki hubungan yang dekat dengan ayah serta merasa aman dalam keluarga.
Ketua Rumah Cinta ALLPIND, Vionna, mengatakan minimnya keterlibatan emosional ayah dapat membuat anak merasa memiliki ayah secara fisik, tetapi tidak merasakan kedekatan secara batin. Kondisi tersebut menurutnya perlu menjadi perhatian karena hubungan ayah dan anak turut memengaruhi cara anak membangun relasi ketika dewasa.
“Berayah ada tapi berayah tiada, ada sih orangnya ada di rumah secara fisik tapi secara batin kosong,” ujar Vionna dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Pro 1 RRI Palembang, Senin, 7 September 2026. Ia menilai ayah perlu menjadi sosok yang dapat memberikan ketenangan sekaligus tempat pulang yang aman bagi anak.
Menurut Vionna, kedekatan tersebut dapat dibangun melalui komunikasi sederhana tanpa menjadikan anak sebagai objek tuntutan. Ayah dapat menanyakan pengalaman anak di sekolah, mendengarkan ceritanya, memberikan apresiasi atas usaha yang dilakukan, serta menghindari teguran atau kemarahan di hadapan orang lain.
Sementara itu, Ketua Divisi Sosial dan Ekonomi ALLPIND, Sri Kamalia, menilai kesibukan bekerja tidak seharusnya membuat ayah kehilangan waktu bersama anak. Ia mendorong adanya waktu khusus untuk berbicara dan memahami kondisi anak, terutama ketika anak sedang menghadapi persoalan
“Perhatian kan lebih perlu lagi, untuk anak-anak zaman sekarang apalagi, enggak bisa kita lepas begitu saja, harus ada perhatian khusus kepada anak-anak,” kata Sri. Menurutnya, ayah juga perlu terlibat dalam mendidik anak, bukan hanya menunggu diminta oleh ibu ketika anak menghadapi masalah.
Dalam pengasuhan, Vionna menekankan pentingnya membedakan ketegasan dengan pelampiasan emosi. Disiplin dapat diberikan melalui komunikasi dan intonasi yang tegas tanpa ancaman, sementara ketika ayah melakukan kesalahan, keberanian meminta maaf kepada anak diperlukan untuk membangun hubungan yang sehat.
Vionna juga menyoroti pentingnya kesepahaman antara ayah dan ibu dalam mendidik anak. Perbedaan pola asuh perlu dibicarakan agar orang tua tidak saling membatalkan aturan di hadapan anak, sehingga anak mendapatkan arahan yang konsisten dalam keluarga.
Vionna mengingatkan para ayah untuk terus belajar mengenai pengasuhan dan menyelesaikan persoalan pribadi yang dapat terbawa dalam hubungan dengan anak. Menurutnya, menjadi ayah yang dirindukan bukan berarti harus sempurna, melainkan bersedia hadir, mendengarkan, mengakui kesalahan, dan menjadi teladan bagi anak dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....