Densus 88 Tanamkan Wawasan Kebangsaan di Lapas Palembang

  • 15 Jan 2026 11:44 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Tim Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri menyosialisasikan pencegahan paham IRET di Lapas Palembang. Kegiatan berlangsung pada Rabu 14 Januari 2026 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang.

Sebanyak 540 peserta mengikuti kegiatan, terdiri dari warga binaan, petugas lapas, dan mahasiswa magang. Tujuan kegiatan adalah memperkuat wawasan kebangsaan sebagai benteng melawan paham intoleransi.

Paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penyebaran paham tersebut banyak menyasar generasi muda melalui ruang digital.

Alfarezi dari Tim Pencegahan Densus 88 menjelaskan strategi nasional pencegahan terorisme. Ia juga memaparkan Asta Cita Presiden dan dasar hukum kerja Densus 88 AT Polri.

“Wawasan kebangsaan menjadi benteng dari ancaman paham intoleransi dan kekerasan,” katanya. Alfarezi juga menjelaskan skema ideologi IRET secara visual dan naratif.

Ia menganalogikan paham IRET sebagai pohon berakar ideologi ekstrem dan berbuah aksi teror. Modus baru kini menyasar generasi muda, perempuan, dan memanfaatkan media sosial.

Alfarezi menegaskan radikalisme bukan milik satu agama tertentu. “Ini penyimpangan pemahaman yang bisa tumbuh di latar manapun,” tuturnya.

Ia juga menyoroti narasi keagamaan, politik, dan sosial yang kerap disalahgunakan. Masyarakat diminta cermat terhadap propaganda radikal dan menjaga empat konsensus kebangsaan.

Tim Densus 88 mengajak masyarakat menolak semua bentuk paham IRET. “Mari kita jaga persatuan dan nilai kebangsaan demi keutuhan NKRI,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....