Halal Bihalal di Hutan Kota, PLKJBB Kalteng Perkuat Silaturahmi Warga Perantauan
- 13 Apr 2026 09:59 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Suasana sejuk Hutan Kota Nyaru Menteng menjadi saksi kehangatan silaturahmi warga perantauan asal Jawa Barat dan Banten yang kini bermukim di Kalimantan Tengah.
Paguyuban Lembur Kuring Jawa Barat Banten (PLKJBB) Kalimantan Tengah menggelar acara halal bihalal pada Minggu, 12 April 2026, mempertemukan ratusan anggota dalam suasana penuh keakraban.
Acara yang berlangsung di kawasan hijau ibu kota Provinsi Kalteng ini tak hanya dihadiri anggota paguyuban, namun juga mengundang perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah.
Ketua Umum PLKJBB Kalteng, Hermanto, yang akrab disapa Bage menyampaikan rasa syukur atas antusiasme warga paguyuban.
"Kegiatan halal bihalal merupakan bentuk silaturahmi antar sesama warga paguyuban Lembur Kuring di Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya. Terima kasih kepada semua warga paguyuban yang telah hadir dan memberikan dukungan," ujar Hermanto.
Pemilihan lokasi di Hutan Kota Nyaru Menteng bukan tanpa alasan. Hermanto menjelaskan, nuansa alam yang asri memberikan kesejukan sekaligus memudahkan akses bagi warga paguyuban dari berbagai wilayah, termasuk daerah Tangkiling.
"Kami mengadakan kegiatan di sini agar suasana lebih sejuk dan warga paguyuban dari daerah Tangkiling dapat hadir. Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov Kalteng, khususnya Dinas Kehutanan yang telah mengizinkan kami menggunakan tempat ini," katanya.
Kehadiran Kepala Bidang DAS dan RHL Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Ansar, menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan positif masyarakat.
Meski Kepala Dinas berhalangan hadir karena tugas dinas, Ansar mewakili apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut.
"Kegiatan ini sejalan dengan fungsi kawasan hutan kota sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas sosial dan edukatif," kata Ansar.
Lebih jauh, Ansar menjelaskan bahwa fasilitas di Hutan Kota Nyaru Menteng memang dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat. Menurutnya, acara seperti halal bihalal juga dapat menjadi sarana promosi wisata, termasuk memperkenalkan konsep glamping yang tersedia di kawasan tersebut.
Rangkaian acara semakin khidmat dengan tausyiah dari Ustadz Muhammad Syahriansyah. Dalam ceramahnya, sang ustadz mengingatkan makna sejati halal bihalal: saling memaafkan dan membersihkan hati.
Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memperpanjang tali silaturahmi di momen Idulfitri, tetapi menjadikannya sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan moral ini disambut hangat oleh para hadirin.
Acara ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan. Para warga paguyuban pulang dengan harapan baru, mempererat kebersamaan dan terus menjaga persaudaraan di tanah perantauan, jauh dari kampung halaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....