Kasus ISPA di Palangka Raya Melonjak Selama Karhutla

  • 14 Agt 2026 19:19 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Musim kemarau tahun ini membawa ancaman ganda bagi warga Palangka Raya. Selain udara panas yang menyengat dampak dari penomena El Nino, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah membuat kondisi kesehatan masyarakat kian mengkhawatirkan. Data terbaru mencatat lonjakan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam dua bulan terakhir. Jumat, 14 Agustus 2026

Berdasarkan catatan Puskesmas Pahandut, jumlah pasien ISPA meningkat drastis dari sekitar 170 kasus pada Juni menjadi 300 kasus pada Juli. Angka ini bahkan jauh lebih tinggi dibanding Mei, saat kasus ISPA masih berada di bawah 100 kasus.

Setiap pagi hingga menjelang malam hari, kabut tipis kerap menyelimuti langit Kota Palangka Raya, menandakan memburuknya kualitas udara akibat kepulan asap karhutla.

Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari warga, terutama mereka yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Puskesmas Pahandut, Sugito, menggatakan kenaikan signifikan jumlah pasien ISPA dalam beberapa bulan terakhir.

"Tren peningkatan mulai terlihat sejak Juni, ketika jumlah pasien naik menjadi sekitar 170 kasus dari sebelumnya rata-rata di bawah 100 kasus pada Mei. Angka tersebut kembali melonjak pada Juli, mencapai 300 kasus," ujarnya.

Sugito menilai, peningkatan kasus ISPA ini tak lepas dari musim kemarau yang disertai munculnya karhutla di berbagai wilayah. Asap yang dihasilkan dinilai memperburuk kualitas udara dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti balita dan lansia, yang lebih mudah terserang gangguan pernapasan saat kualitas udara menurun.

Sugito memperkirakan kasus ISPA masih berpotensi terus meningkat selama musim kemarau dan karhutla masih berlangsung.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap mulai pekat, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas, atau keluhan gangguan pernapasan lainnya.

Peningkatan kasus ISPA di Kota Palangka Raya menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau dan karhutla yang belum juga usai. Sementara itu, petugas gabungan di lapangan masih terus berupaya melakukan penanganan karhutla yang terjadi di berbagai wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....