Hari Kemerdekaan ke 81 RI, Merah Putih Berkibar di Lahan Gambut Terbakar
- 17 Agt 2026 18:34 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Asap pekat masih mengepul dari lahan gambut yang baru saja dijilat api ketika sang Merah Putih justru dikibarkan tegak di atasnya. Pemandangan itu terjadi di Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya, Selasa, 17 Agustus 2026, tepat di hari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bendera merah putih itu ditancapkan bukan oleh prajurit di lapangan upacara, melainkan oleh puluhan relawan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kota Palangka Raya, orang-orang yang beberapa jam sebelumnya masih bergulat dengan kobaran api.
Bagi mereka, pengibaran bendera di tanah gambut yang menghitam ini jauh dari sekadar seremoni. Ia adalah simbol perlawanan terhadap krisis lingkungan yang tak kunjung usai, sekaligus pernyataan bahwa cinta tanah air tetap harus dibayar lunas, sekalipun dengan taruhan keselamatan diri.
Ketua Umum Forum Relawan Pemadam Kebakaran dan Pertolongan Kota Palangka Raya, Okki Maulana, mengungkapkan bahwa aksi ini lahir begitu saja, tanpa rencana besar di baliknya. Ia dan seluruh anggotanya tidak rela momen kemerdekaan berlalu tanpa penghormatan, sekalipun tugas pemadaman di lapangan belum juga usai.
"Meski pengibaran bendera merah putih di tengah lahan terbakar ini merupakan kegiatan yang spontanitas, kami tidak ingin 17 Agustus ini dilewatkan, ini bentuk penghormatan kami terhadap hari kemerdekaan," ujar Okki, di lokasi kebakaran.
Dengan semangat nasionalisme yang membuncah, para relawan itu berdiri gagah di atas lahan yang apinya baru saja berhasil dijinakkan. Tiang bendera mereka tancapkan tepat di titik yang sempat menjadi medan pertarungan melawan si jago merah, penanda bahwa perjuangan mempertahankan permukiman warga dari kehancuran membuahkan hasil.
Namun perjuangan itu belum usai. Rasa lelah yang menggelayuti tubuh para relawan tak lantas membuat mereka menarik diri dari medan tugas. Mereka bertekad tetap bertahan hingga titik api benar-benar padam, di manapun ia muncul di wilayah Palangka Raya.
Di tengah kepulan asap yang masih menyisakan bau khas gambut terbakar, Okki menitipkan harapan besar kepada pemerintah pusat.
"Harapan kami, dalam momentum hari kemerdekaan ini, pemerintah pusat bisa memperhatikan lagi kondisi situasi karhutla di Kalimantan Tengah, semoga eskalasi kebakaran ini juga bisa cepat mereda," katanya.
Angin yang berembus membawa serta sisa asap dari lahan gambut yang terbakar, namun tak mampu memadamkan kibaran Merah Putih di Petuk Ketimpun. Di sanalah, di antara abu dan bara yang belum sepenuhnya mati, semangat kemerdekaan justru menyala paling terang, bukti bahwa krisis karhutla di Kota Palangka Raya belum sanggup memadamkan api nasionalisme para relawannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....