Kapolresta Palangka Raya Dampingi Menhut Tinjau Karhutla di Petuk Katimpun

  • 20 Agt 2026 07:40 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kapolresta Palangka Raya, Polda Kalteng, Kombes Pol. Dedy Supriadi, mendampingi Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia Raja Juli Antoni dalam peninjauan langsung kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya.

Peninjauan digelar di lokasi karhutla Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu, 19 Agustus 2026 sore. Menhut bersama rombongan turun langsung memantau perkembangan penanganan karhutla yang masih berlangsung di beberapa titik wilayah Kalteng.

Dedy Supriadi menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung kondisi terkini karhutla sekaligus mengevaluasi upaya penanggulangan yang tengah dilakukan seluruh pihak terkait.

"Dalam peninjauannya Bapak Menhut menekankan tentang pentingnya semangat gotong royong untuk menanggulangi karhutla yang saat ini sedang terjadi, baik itu antara pihak lintas sektoral terkait hingga seluruh unsur masyarakat," kata Dedy.

Ia menambahkan, Menhut menegaskan bahwa tanpa kolaborasi solid, penanggulangan karhutla akan sulit berjalan optimal mengingat luasnya kawasan hutan Kalteng serta tingginya frekuensi kejadian kebakaran yang tercatat sepanjang tahun ini.

"Sebab menurut beliau tanpa adanya semangat gotong royong maka penanggulangan karhutla akan sangat sulit untuk berjalan secara optimal, mengingat betapa luasnya wilayah hutan di Kalteng dan cukup banyaknya peristiwa karhutla yang telah terjadi," ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan data Posko Penanggulangan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 18 Agustus 2026, yang mencatat 1.464 kejadian karhutla dengan total luas area terbakar mencapai 3.896,43 hektare.

Selain meninjau lokasi kebakaran, kunjungan Menhut RI juga diisi dengan penyerahan bantuan sarana pengendalian karhutla yang diterima secara simbolis oleh relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dedy merinci, bantuan yang diserahkan meliputi mesin robin, lima unit selang berukuran 1,5 inci, satu unit nozzle, 10 pasang sepatu boot, lima setel baju pemadam, lima masker pemadam, serta 10 pasang sarung tangan.

"Yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam membantu penanganan karhutla, khususnya pada tahap pemadaman awal dan pencegahan kebakaran agar tidak meluas," kata Dedy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....