QRIS Permudah UMKM Indonesia Bertransaksi di Malaysia

  • 24 Mei 2026 08:41 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Suara Nurhamdhani terdengar renyah di ujung telepon. Nada bicaranya ceria saat menceritakan pengalamannya membawa produk lokal ke panggung internasional.

Ingatan perempuan berusia 56 tahun itu melayang pada momen pameran Gebyar Nusantara di The Exchange TRX Mall, Malaysia, pada 6-7 Desember 2025 lalu. Keberhasilan pelaku usaha asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, ini tak lepas dari ketekunannya merintis D2tya Handmade sejak 2008.

Ia sempat membayangkan betapa peliknya mengelola transaksi dengan mata uang yang berbeda di negara orang. Apalagi produk yang dibawanya sangat beragam, mulai dari bros, gelang, cincin hingga kalung berbahan kawat tembaga dan batu khas Kalimantan.

"Kalau pembeli bayar cash, kita harus siapkan mata uang mereka dulu. Belum lagi nanti setiap pendapatan yang masuk harus dihitung dan dikonversi lagi ke rupiah," kenang ibu dua anak ini, Senin, 4 Mei 2026.

Kekhawatiran itu seketika sirna berbekal hadirnya teknologi perbankan modern. Kendala perbedaan mata uang di negeri Jiran berhasil diatasi dengan cara mencetak selembar kertas yang berisi kode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Berkat inovasi itu, proses jual beli menjadi mudah lantaran sistem mampu mengonversi nilai mata uang secara otomatis. Seluruh transaksi tercatat secara digital tanpa drama salah hitung.

"Jadi misalnya harga sekian ringgit, pembeli tinggal scan. Nanti uang yang masuk ke saldo saya sudah dalam bentuk rupiah. Urusan kurs sudah otomatis dilakukan oleh sistem," kata pelaku usaha binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini.

Selama pameran, dia berhasil membukukan omzet sekitar Rp10 juta. Untuk produknya dipatok pada kisaran harga Rp25 ribu hingga Rp450 ribu, atau setara 7—125 Ringgit Malaysia.

"Alhamdulillah produk saya juga dipasarkan hingga Belanda dan Prancis," ucap perempuan yang pernah mengenyam pendidikan Sastra Prancis di Universitas Hasanuddin ini.

Suara di seberang telepon perlahan menjauh, terdengar sayup-sayup suara seseorang menanyakan alamat. Gawai di genggaman pun mulai terasa hangat. Obrolan siang itu harus disudahi, sebab ia ditunggu kurir yang menjemput paket.

Agenda Nasional

Nurhamdhani menjadi potret pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sukses memanfaatkan digitalisasi untuk mendobrak sekat geografis dalam berbisnis. Jika dahulu usahanya hanya berkutat di pasar lokal, kini akses untuk menjangkau pasar dunia telah terbuka lebar di tangannya.

Langkah itu selaras dengan agenda pemerintah yang tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berupaya memperluas jangkauan QRIS demi menjaga kedaulatan ekonomi dan memperkuat ekosistem keuangan digital nasional.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaporkan realisasi transaksi pembayaran digital kuartal I tahun 2026 yang tumbuh 37,69% (yoy) dengan 14,82 miliar transaksi. Pertumbuhan itu didorong kenaikan volume transaksi internet sebesar 17,13% (yoy), aplikasi mobile 11,82% (yoy), dan transaksi QRIS 116,43%.

"Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan gerai," ujar Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu 20 Mei 2026 lalu.

Sejalan dengan visi otoritas moneter, Direktur Operations BRI, Hakim Putratama, mengungkapkan hal senada. Ia menilai peningkatan literasi digital menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan transaksi non-tunai.

“Saat ini tingkat pemahaman nasabah terhadap layanan digital BRI sudah cukup baik. Namun demikian, perusahaan tetap akan terus meningkatkan edukasi dan inovasi layanan agar penggunaan transaksi digital semakin luas,” ujarnya.

Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia , Vishnu Juwono, menilai kehadiran QRIS telah meningkatkan inklusi keuangan sekaligus mempermudah operasional para pelaku usaha.

"Teknologi ini terbukti mampu menciptakan sistem pembayaran yang lebih terstandarisasi, efisien, dan inklusif bagi masyarakat," pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....