Format Home and Away Dongkrak Penonton IBL 400 Persen

  • 15 Sep 2026 06:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Format home and away meningkatkan penonton IBL hingga 400 persen
  • Jumlah pertandingan IBL berkembang dari 28 menjadi sekitar 150 laga
  • IBL mengembangkan ekosistem basket melalui klub, komunitas, sponsor, dan produk turunan

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesian Basketball League (IBL) mencatat peningkatan jumlah penonton setelah menerapkan format home and away. Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah menyebut, perubahan format tersebut salah satu indikator perkembangan kompetisi bola basket profesional Indonesia.

“Penonton naik 400 persen dari format series ke format home and away. Ini merupakan indikator bahwa insyaallah kita sudah mengarah ke yang lebih tepat,” ujar Junas dalam forum diskusi yang berlangsung melalui ajang Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta pada Minggu, 13 September 2026.

Junas menjelaskan, liga bola basket profesional Indonesia telah berkembang sejak 2003. Pada periode awal, kompetisi menggunakan format series dengan seluruh tim bertanding di satu kota.

Menurutnya, format tersebut kemudian berkembang menjadi home and away sejak 2023. Sistem ini memungkinkan klub memainkan pertandingan di kandang masing-masing dan lebih dekat dengan basis pendukung.

Perubahan format juga berdampak pada skala kompetisi IBL. Junas menyebut pertandingan yang sebelumnya hanya berjumlah 28 laga dalam tujuh hari, kini berkembang menjadi sekitar 150 pertandingan.

Kompetisi juga berlangsung lebih panjang, yakni lebih dari 150 hari. Kondisi tersebut memberikan ruang lebih besar bagi klub untuk membangun hubungan dengan penonton dan komunitas di berbagai daerah.

Junas menilai hal ini sebagai salah satu pertanda, kompetisi yang dijalankan berada di jalur yang tepat. “Ini merupakan indikator bahwa insyaallah kita sudah mengarah ke yang lebih tepat,” kata Junas.

Junas mengatakan pengembangan IBL tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pertandingan. IBL juga berupaya membangun ekosistem dan industri basket melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Kerja sama tersebut mencakup mitra, komunitas, dan sponsor. IBL juga mengembangkan produk turunan seperti IBL TV serta berbagai program yang menyasar generasi muda.

Menurut Junas, potensi basket Indonesia sangat besar, minat di kalangan anak muda disebut berada di atas 80 persen. “Ini adalah potensi yang sangat luar biasa untuk kita kembangkan bersama-sama,” ucapnya.

Potensi tersebut menjadi modal IBL untuk terus mengembangkan liga, klub, kompetisi, serta berbagai intellectual property. Langkah itu diarahkan untuk memperkuat industri basket sekaligus memperluas dampaknya bagi olahraga nasional.

Ke depan, IBL menargetkan Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan basket di kawasan Asia Tenggara. Penguatan kompetisi diharapkan berjalan seiring dengan pertumbuhan basis penonton dan ekosistem basket nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....