Bandung Buka Peluang Investasi 'Sport Science' dan 'Sports Wellness'

  • 13 Sep 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kota Bandung membuka peluang investasi di bidang sport science dan sports wellness
  • Investor dapat mengembangkan fasilitas fisioterapi modern dan olahraga kesehatan
  • Fasilitas olahraga kesehatan ditujukan bagi atlet maupun penghobi olahraga

RRI.CO.ID, Jakarta – Kota Bandung membuka peluang investasi di bidang sport science dan sports wellness. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, peluang tersebut mencakup pemanfaatan sarana olahraga hingga pusat pengembangan ilmu olahraga.

"Kota Bandung sekarang ini, justru sekarang akan mengundang para investor. Tidak hanya untuk kerja sama pemanfaatan sarana olahraga," kata Farhan usai saat menghadiri ajang Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 did Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta pada Jumat, 11 September2026.

Farhan menyebut pengembangan juga diarahkan pada pusat sport science yang dimiliki sejumlah perguruan tinggi di Bandung. Kerja sama tersebut mencakup pusat pengembangan sport science di Universitas Padjadjaran, ITB, dan perguruan tinggi lainnya.

Selain sport science, Bandung juga membuka peluang investasi pada sektor sports wellness yang dinilai memiliki potensi besar. "Kami akan sangat terbuka untuk pembicaraan para investor yang ingin membuka tempat-tempat fisioterapi baru, fisioterapi modern," ucap Farhan.

Menurutnya, pengembangan fisioterapi dan olahraga kesehatan tidak hanya diperuntukkan bagi atlet profesional. Farhan menilai fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga.

"Pengembangan olahraga kesehatan, tidak hanya untuk para atlet. Tetapi juga tentu saja untuk para penghobi olahraga," ucapnya.

Ia berharap keterlibatan investor dapat membuat pemanfaatan fasilitas dan ekosistem olahraga di Kota Bandung berjalan lebih optimal. Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Bandung memperluas sektor olahraga dari kompetisi menuju industri pendukung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....