Dedi Mulyadi Dorong Sport Tourism hingga Kawasan Perkebunan

  • 13 Sep 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dedi Mulyadi menilai konektivitas infrastruktur menjadi kunci pengembangan sport tourism Jawa Barat
  • Kawasan perkebunan dan perbukitan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan
  • Sport tourism diarahkan tidak hanya untuk atlet, tetapi juga masyarakat dan penghobi olahraga

RRI.CO.ID, Jakarta – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendorong pengembangan sport tourism melalui penguatan konektivitas infrastruktur. Pernyataan tersebut disampaikan Dedi, saat menghadiri Indonesia Sport Summit (ISS) di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat, 11 September 2026.

Menurut Dedi, konektivitas menjadi salah satu kunci agar potensi olahraga dan pariwisata di daerah dapat berkembang. "Sport tourism kan bisa tumbuh dalam sebuah daerah manakala kita mampu membangun konektivitas infrastruktur," ucap Dedi.

Konektivitas tersebut dimulai dari bandara, jalan tol, jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalan kabupaten dan kota. Menurut Dedi, jaringan tersebut perlu terhubung dengan fasilitas olahraga serta akomodasi seperti perhotelan.

Namun, pengembangan sport tourism tidak hanya berorientasi pada kawasan perkotaan. Dedi melihat kawasan pedesaan, termasuk areal perkebunan yang belum dikelola.

Menurtnya, potensi itu dapat dikembangkan untuk menunjang ekonomi daerah. "Di Jawa Barat banyak sekali areal-areal perkebunan yang tanahnya kosong tidak terkelola," ujar Dedi.

Ia menyebut sejumlah kawasan perkebunan tersebut berada di daerah perbukitan dengan kondisi udara yang relatif sejuk. Menurutnya, kawasan tersebut dapat menjadi daya tarik baru bagi investasi di bidang olahraga dan pariwisata.

Dedi menilai pengembangan potensi itu membutuhkan konektivitas pengelolaan antara pemerintah pusat, perusahaan perkebunan, dan pemerintah daerah. Kemudahan regulasi pertanahan juga dinilai penting untuk membuka peluang investasi di kawasan tersebut.

"Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investasi di bidang olahraga, sehingga sport tourism itu tidak hanya terbatas pada atlet," kata Dedi. Ia menambahkan, pengembangan sport tourism juga dapat menyasar masyarakat yang menyukai olahraga sekaligus aktivitas pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....