I League Dorong Kompetisi Jadi Penggerak Ekonomi

  • 15 Sep 2026 06:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • I League mendorong kompetisi olahraga menjadi penggerak ekonomi
  • Belanja olahraga Indonesia diperkirakan mencapai Rp39 triliun
  • Kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk membangun ekosistem olahraga berkelanjutan

RRI.CO.ID, Jakarta – I League mendorong kompetisi olahraga nasional berkembang menjadi industri dan penggerak ekonomi. Direktur Kompetisi I League Asep Saputra menilai, Indonesia memiliki modal besar melalui populasi dan minat olahraga masyarakat.

Hal ini disampaikan Asep dalam forum diskusi bertajuk 'Global Leadership Forum: Ekosistem Kompetisi Olahraga Nasional'. “Big passion, tapi juga ada bigger opportunity. Ada hal-hal yang ingin kita gali,” ucap Asep dalam forum diskusi yang berlangsung melalui ajang Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta pada Minggu, 13 September 2026.

Menurutnya, pengembangan potensi tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, swasta, klub, komunitas, hingga UMKM. Kolaborasi diperlukan agar olahraga mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Asep mengutip data Kemenpora yang memperkirakan belanja olahraga Indonesia mencapai Rp39 triliun. Namun, kontribusi olahraga terhadap perekonomian nasional baru sekitar 0,19 persen pada 2024.

Menurut Asep, kondisi tersebut menunjukkan peluang pengembangan industri olahraga masih sangat besar. Dampak ekonomi pertandingan juga tidak berhenti ketika laga selesai.

Aktivitas sebelum dan sesudah pertandingan dapat menggerakkan perjalanan, akomodasi, serta ekonomi masyarakat di daerah. Karena itu, penyelenggaraan kompetisi perlu dirancang agar menghasilkan dampak lebih luas.

Dimana pelaksanan kompetisi dapat memainkan perannya. “Ekonomi impact yang baik itu tidak bisa tercipta otomatis, kita harus desain,” ujarnya.

Asep mencontohkan sepak bola yang hanya berlangsung selama 90 menit di lapangan. Namun, ekosistem pertandingan dapat menciptakan nilai ekonomi jauh lebih besar.

Karena itu, I League ingin bertransformasi dari operator pertandingan menjadi pembangun ekosistem olahraga. Pengembangan kompetisi diarahkan untuk meningkatkan kualitas pertandingan.

Peningkatan kualitas tersebut mencakup jangkauan audiens, dan nilai ekonomi. “Better competition, bigger audience, greater value,” kata Asep.

Asep menegaskan kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi olahraga Indonesia. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan kompetisi sebagai penggerak ekonomi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....