Usai Dilantik, PBPI NTB Fokus Cetak Atlet Padel Usia Dini
- 07 Jan 2026 13:34 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Pengurus Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) langsung bergerak cepat usai pelantikan Rabu (7/1/2026). Dalam program jangka pendeknya, PBPI NTB periode 2025-2029 ini menegaskan komitmen untuk fokus pada pembinaan atlet usia dini dengan dukungan fasilitas dan infrastruktur padel yang memadai.
Ketua PBPI NTB Mirah Midadan Fahmid menyampaikan, semakin bertambahnya lapangan dan infrastruktur padel di NTB diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet baru yang berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan paling efektif dimulai dari anak-anak, khususnya usia sekolah dasar atau kategori under 12 tahun.
“Semakin banyak infrastruktur lapangan padel yang ada, pada akhirnya akan melahirkan bibit-bibit atlet baru. Pembibitan yang paling efektif memang dimulai dari kalangan usia muda, khususnya anak-anak. Anak SD, terutama kategori usia di bawah 12 tahun,” ujarnya.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan atlet dalam kategori dewasa, PBPI NTB membuka peluang alih pembinaan dari cabang olahraga lain yang memiliki kesamaan teknik dasar, seperti tenis. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan tanpa mengambil atlet dari provinsi lain.
“Kami tidak mengambil atlet dari daerah lain. Kalau pun untuk dewasa, mungkin bisa transfer dari cabang olahraga yang basic-nya mirip, seperti tenis. Itu akan lebih mudah beradaptasi dengan padel,” jelasnya.
Langkah ini dinilai sebagai strategi realistis dan berkelanjutan dalam pengembangan padel di NTB, sekaligus menjadi fondasi awal untuk mencetak atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional ke depan.
PBPI NTB optimistis, dengan sinergi antara pembinaan usia dini, pemanfaatan atlet lintas cabang, serta ketersediaan fasilitas yang memadai, padel dapat berkembang pesat dan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di Nusa Tenggara Barat.
Senada dengan itu, Ketua Pengurus Pusat PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan pembangunan olahraga, khususnya padel, terletak pada tiga hal utama, yakni infrastruktur, populasi, dan pendanaan. Namun, menurutnya, faktor paling krusial adalah pembinaan populasi sejak usia dini.
Galih menjelaskan, meskipun jumlah penduduk di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sumbawa Barat cukup besar, hal tersebut tidak akan berarti tanpa pembinaan yang terarah sejak usia muda. Galih menekankan bahwa jika anak-anak usia dini tidak diperkenalkan pada olahraga melalui aktivitas bermain dan pembinaan yang benar, maka masa depan prestasi olahraga akan sulit terwujud.
“Kalau usia dini kita tidak bermain, lupakan masa depan. Tidak akan bisa menciptakan bibit-bibit atlet. Akhirnya saat PON kita pusing, harus mencari atlet dari provinsi lain. Itu melelahkan dan tidak ideal. Kita harus bisa membangun dari daerah sendiri,” tegasnya.
Galih mendorong agar pembinaan difokuskan pada kelompok usia U-12, U-14, dan U-16, dengan melibatkan sekolah-sekolah sebagai basis utama pengembangan atlet. Menurutnya, olahraga padel dapat diintegrasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler, kerja sama dengan institusi pendidikan, serta dukungan subsidi yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....