Tradisi Hajat Laut, Ungkapan Rasa Syukur Para Nelayan
- 09 Jun 2024 19:03 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Laut bagi masyarakat pesisir tidak hanya hamparan udara yang luas. Namun merupakan sumber kehidupan, pemberi rezeki, sekaligus kekuatan yang perlu dihormati. Rasa syukur dan harapan terhadap kelestarian laut ini, kemudian diwujudkan dalam satu tradisi yang dikenal sebagai “Hajat Laut”.
Hajat Laut merupakan sebuah tradisi yang tidak hanya indah dan meriah saja, tetapi juga memiliki banyak makna. Tradisi ini menjadi pengingat, untuk selalu menghormati dan menjaga kelestarian laut, sumber kehidupan yang ada didalamnya.
Hajat Laut tak hanya tentang ritual dan sesaji saja. Di balik persembahan yang dilarungkan ke tengah laut, tersimpan jalinan erat antara manusia dan lingkungannya. Tradisi ini menjadi wadah bagi para nelayan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezekinya, memohon keselamatan dalam melaut, serta memohon untuk kelestarian laut itu sendiri.
Pelaksanaan hajat laut ini biasa di selenggarakan setiap bulan Muharam Hal ini disampaikan oleh Ganjar Dwi Sejati, seorang pelaku budaya dalam acara Sampurasun Pasundan di Pro4 RRI Bandung, Sabtu (08/06/2024).
"Tradisi Hajat laut di Batu Karas Pangandaran ,biasanya dilaksanakan di hari yang pas dengan kliwon, baik itu senin kliwon, selasa kliwon, ataupun kamis kliwon pada bulan Muharam. Dengan adanya pelaksanaan tradisi hajat laut ini, diyakini para nelayan akan mendatangkan keberkahan dan ikan hasil tangkapan akan melimpah”.Ujar Ganjar.
Ganjar menyampaikan “Jelang diadakannya hari puncak dalam tradisi hajat laut, biasanya dua hari atau tiga hari sebelunnya diadakan berbagai lomba dan hiburan, juga ada kegiatan amal seperti santunan kepada anak yatim”.
Perayaan puncak Hajat Laut biasanya diwarnai dengan berbagai kemeriahan. Pawai perahu hias yang mengantarkan sesaji menjadi daya tarik utama, diiringi dengan alunan musik tradisional dan doa-doa yang dipanjatkan. Ritual puncak biasanya ditandai dengan pelepasan sesaji ke laut, yang menjadi momen penuh makna dan pengharapan bagi masyarakat pesisir, ditutup dengan pagelaran golek.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....