Balai TNKM Tertarik Adopsi Konsep Wisata Lapas Nunukan

  • 17 Sep 2026 18:12 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang identik dengan kesan tertutup kini mulai bergeser fungsi. Di Lapas Kelas IIB Nunukan, Kalimantan Utara, lahan seluas 10 hektare disulap menjadi Sarana Edukasi Asimilasi Lapas Nunukan (SEA Lanuka), sebuah kawasan produktif yang menggabungkan pembinaan warga binaan dengan tempat rekreasi publik.

Inovasi pemanfaatan lahan ini bahkan menarik perhatian Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Seno Pramudito, S.Hut., M.E., yang memboyong jajarannya untuk meninjau langsung kawasan tersebut pada Rabu (16/9/2026).

Kalapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, menjelaskan bahwa kawasan SEA Lanuka dirancang terpadu untuk mendukung kegiatan pembinaan warga binaan sekaligus menjadi ruang publik yang bernilai ekonomi dan edukatif.

“Lahan seluas 10 hektare ini digunakan untuk kegiatan sosialisasi dan edukasi, baik untuk pembinaan warga binaan maupun sarana wisata masyarakat,” ujar Donny.

Di kawasan ini, warga binaan dibekali keterampilan di sektor perikanan, akuakultur, hingga peternakan. Selain itu, SEA Lanuka juga menawarkan daya tarik ekowisata berupa pemandangan panorama laut lepas serta pulau-pulau di sekitar kawasan Nunukan dan Sebatik.

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito mengaku terkesan dengan pengelolaan terpadu yang diterapkan Lapas Nunukan. Menurutnya, keberhasilan mengubah lahan non produktif menjadi kawasan bernilai wisata tinggi merupakan terobosan yang bisa diadopsi dalam pengelolaan kawasan konservasi.

"Di sini kita bisa belajar banyak. Lahan yang sebelumnya mungkin tidak terlihat berpotensi, ternyata bisa dikembangkan secara produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” kata Seno.

Ia menambahkan, konsep yang diterapkan di SEA Lanuka akan dijadikan bahan panduan bagi Balai TNKM dalam mengoptimalkan potensi wisata dan edukasi di wilayah kerja mereka tanpa mengesampingkan prinsip kelestarian lingkungan.

Kehadiran jajaran Balai TNKM ini diharapkan mendorong kolaborasi antar instansi yang lebih kuat, sekaligus mempertegas bahwa ruang pembinaan di batas negara mampu berkontribusi bagi pariwisata dan edukasi masyarakat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....