Ekonomi Melemah, Pedagang Kuliner Lakukan Penyesuaian Harga Jual
- 15 Nov 2025 12:05 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Pelaku usaha kecil, khususnya di sektor kuliner, seperti penjual nasi kuning, terpaksa menurunkan harga jual demi menarik minat pembeli. Langkah ini diambil sebagai upaya menyesuaikan terhadap melemahnya kondisi ekonomi masyarakat, yang dinilai dipicu oleh anjloknya harga rumput laut di Kabupaten Nunukan.
Anjloknya harga rumput laut menyebabkan pendapatan para petani menurun singnifikan, terutama bagi sebagian masyarakat yang menggantungkan penghasilan utama dari sektor budidaya rumput. Kondisi ini turut melemahkan daya beli masyarakat, yang berimbas terhadap menurunnya omset para pelaku usaha kecil di berbagai sektor, termasuk kuliner.
Baca Juga: Harga Rumput Laut Anjlok Berdampak pada Penghasilan UMKM
Pedagang Kuliner Menyesuaikan Harga Jual
Salah seorang pedagang di Jalan Pasar Baru Nunukan, Faridah, mengaku terpaksa menyesuaikan harga jual agar usahanya tetap berjalan. Meski keuntungan yang diperoleh tidak sebesar sebelumnya, namun upaya ini dinilai menjadi satu-satunya cara untuk mempertahankan pelanggan.
"Kami sebagai pedagang kecil juga bingung. Kalau bertahan di harga tinggi, banyak yang kasih jatuh harga, jadi kami terpaksa ikut supaya tetap laku. Harga kami turunkan menjadi Rp10.000 hingga Rp15.000 dari harga sebelumnya Rp18.000,” ujar Faridah, Sabtu (15/11/2025).
Ia berharap pemerintah daerah mengambil langkah yang tepat untuk menaikkan kembali harga rumput laut, minimal mencapai Rp20.000 per kilogram, dari harga saat ini yang cenderung fluktuatif di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram. Faridah meyakini, jika harga rumput laut kembali stabil, pendapatan para petani akan meningkat dan daya beli masyarakat juga perlahan membaik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....