Pujian dan Celaan Adalah Dua Hal yang Mudah Mempengaruhi Hati Manusia

  • 05 Okt 2026 07:47 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Ketika seseorang dipuji, ia merasa dihargai, diterima, dan dianggap memiliki sesuatu yang baik. Sebaliknya, ketika dicela, ia merasa direndahkan dan tidak dihargai. Jika hati terlalu bergantung pada penilaian manusia, ketenangan akan mudah berubah mengikuti perkataan orang lain. Hari ini bahagia karena dipuji, besok hancur karena dicela.

Pujian sebenarnya tidak selalu menunjukkan siapa diri kita, sebagaimana celaan tidak selalu menggambarkan keburukan kita. Orang lain hanya melihat sebagian kecil dari kehidupan kita. Mereka tidak mengetahui seluruh perjuangan, niat, kesalahan, maupun usaha yang kita lakukan ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Karena itu, menjadikan penilaian manusia sebagai ukuran utama atas harga diri hanya akan membuat kita hidup dalam kecemasan untuk terus memenuhi harapan orang lain.

Bukan berarti setiap pujian harus ditolak atau setiap kritik harus diabaikan. Pujian dapat diterima dengan rasa syukur tanpa membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain. Begitu pula celaan dapat dijadikan bahan introspeksi apabila memang mengandung kebenaran. Yang perlu dijaga adalah kemampuan untuk memilah. Jangan menerima pujian sebagai bukti bahwa kita selalu benar, dan jangan menerima celaan sebagai bukti bahwa kita tidak berharga.

Hati yang sehat tidak mudah terombang-ambing oleh suara manusia. la memiliki ukuran yang lebih dalam tentang nilai dirinya. Jika seseorang telah berusaha melakukan sesuatu dengan benar, ia tidak perlu kehilangan ketenangan hanya karena ada orang yang tidak menyukainya.

Sebaliknya, ketika mendapatkan pujian, ia tetap sadar bahwa dirinya memiliki banyak kekurangan yang tidak terlihat oleh orang lain. Kesadaran semacam ini menjaga seseorang dari kesombongan sekaligus dari rasa rendah diri.

(Sumber: Benua Sabda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....