Menata Hati, Menjaga Lisan, Menjemput Ridha Allah
- 21 Sep 2026 11:00 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Menata hati dan menjaga lisan menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Setiap hamba yang beriman senantiasa melihat diri untuk selalu memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dari hati merupakan sumber dari berbagai sikap dan perbuatan manusia. Hati yang dipenuhi keimanan, keikhlasan, dan rasa syukur akan mendorong seseorang untuk berbuat kebaikan serta menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Selain menata hati, menjaga lisan juga menjadi perhatian utama. Setiap perkataan hendaknya dipikirkan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan fitnah, menyakiti perasaan, atau memicu perselisihan. Sebaliknya, lisan sebaiknya digunakan untuk menyampaikan kebaikan, nasihat, doa, dan perkataan yang memberikan manfaat.
| Baca juga: Ciri- Ciri Orang yang Beriman |
Dalam kehidupan ini merupakan kesempatan satu-satunya untuk terus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Ketika hati dijaga dan lisan dikendalikan, seseorang diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih damai, penuh kasih sayang, serta menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak diridai-Nya. Hal itu disampaikan ustaz Muammar Kadafi dalam acara Mutiara Pagi RRI Nunukan Senin, 21 September 2026 yang dipandu penyiar Wina Dewiana.
“Dari Isa bin Thalhah dari Abu Hurairah, ia mendengar sabda Rasulullah Saw.: “Sungguh (jika) seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikir terlebih dahulu, ia pun akan terlempar ke neraka (yang) jauhnya antara timur dan barat” (HR. Ibnu Hibban)
| Baca juga: Capek Mencari Validasi Manusia? |
Orang beriman menjadikan setiap hari mereka sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki akhlak. Menata hati, menjaga lisan, serta memperbanyak amal kebaikan diharapkan menjadi jalan untuk meraih keberkahan hidup dan menjemput ridha Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....