Harga Cabai Rawit di Kabupaten Nunukan Masih di Atas Harga Acuan Penjualan

  • 15 Sep 2026 10:03 WIB
  •  Nunukan

RRI,CO.ID, Nunukan-Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan Dior Frames mengatakan harga cabai rawit di Kabupaten Nunukan alami kenaikan harga hal ini dikarenakan ongkos angkutnya meningkat kemudian adanya fenomena iklim cuaca panas meningkat sehingga cabai mengalami gagal panen atau pun mengalami kekeringan.

“Harga cabai mulai bulan Januari Rp.60 ribu di Pebruari masih Rp.60 ribu kemudian ada peningkatan Rp.80 ribu di Maret kemudian di April Rp.80 ribu dan turun lagi di Mei Rp.60 ribu, kemudian Mei, Juni, Juli, di Juni masih di Rp.75 ribu ini cabai rawit merah ya kemudian di Juli Rp.70 ribu dan sempat juga di akhir bulan Juli itu Rp.50 ribu”, ucapnya, Selasa, (15/9/2026).

Sementara itu harga telur ayam di Nunukan masih fluktuasinya tetap ada penurunan karena jumlah produksi telur se-nasional itu mengalami surflus sehingga berdampak dari surflus ini ketika barang tersedia banyak, kemudian permintaan tetap maka akan ada penurunan harga telur agar pembelian meningkat dari masyarakat.

“Dari Rp.30 ribu turun ke Rp.29 ribu turun ke Rp28 ribu kemudian turun ke Rp.27.500,- terakhir di Juni itu pernah di Rp 27.500,- per kilo telur, jadi kalau per piring tinggal dikalkulasi saja kalau satu piring telur kan dua kilo, satu kilo setengah tergantung besarnya telur itu ada gred a,b,c,d jadi a ini yang tertinggi dan d yang terendah yang paling kecil”, ujarnya.

Ia juga menyampaikan masyarakat Nunukan untuk tidak panic buying agar tidak ada kelangkaan dan kenaikan harga, kemudian berharap penuh kepada transportasi laut lancar, dan setiap minggu bisa tetap mengirimkan sembako melalui kapal swasta yaitu Pantokrator dari Sulawesi Selatan. (DR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....