Peran Orangtua dalam Mendidik Anak Menjadi Generasi Saleh dan Salehah

  • 14 Sep 2026 06:16 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Peran orangtua dalam mendidik anak tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Orangtua juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk anak menjadi pribadi yang saleh dan salehah, mengenal Allah, menjaga salat, gemar mengaji, serta senantiasa mendoakan kedua orangtuanya.

Ustaz Irfan Jaya Hafidzahullah saat menjadi narasumber acara Mutiara Pagi RRI Nunukan mengatakan, orangtua hendaknya memiliki orientasi utama dalam mendidik anak, bukan hanya menginginkan anak menjadi kaya, memiliki jabatan tinggi, atau sukses secara duniawi. Lebih dari itu, orangtua harus berusaha membentuk anak yang memiliki kesalehan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Ketika anak itu lahir, peran orangtua tidak hanya memberikan makan dan pakaian yang layak, tetapi juga mendidik anak menjadi anak yang saleh dan salehah," ujarnya.

Ia mencontohkan doa Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Dalam Surah As-Saffat ayat 100, Nabi Ibrahim berdoa agar Allah SWT menganugerahkan kepadanya keturunan yang saleh.

Menurut Ustaz Irfan, Nabi Ibrahim AS tidak meminta keturunan yang kaya maupun memiliki pangkat. Sebab, kekayaan dan kedudukan tidak menjadi jaminan seorang anak akan berbakti kepada orangtuanya.

"Banyak anak yang kaya dan berpangkat, namun menjadikan orangtuanya sebagai pembantu. Awalnya membantu, lama-lama menjadi pembantu," katanya.

Ia menegaskan, memiliki anak yang saleh merupakan salah satu bentuk investasi akhirat bagi orangtua. Ketika seorang anak terus melakukan amal kebaikan dan mendoakan kedua orangtuanya, pahala tersebut menjadi amal yang terus mengalir.

Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan Muslim bahwa terdapat tiga perkara yang pahalanya terus mengalir setelah seseorang meninggal dunia, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orangtuanya.

"Orangtua yang mendidik anaknya menjadi anak yang saleh dan salehah akan mendapat kucuran pahala yang sama dengan amalan anaknya," jelasnya.

Empat Langkah Mendidik Anak Menjadi Saleh

Ustaz Irfan juga menjelaskan setidaknya terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan orangtua dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah.

Pertama, orangtua harus menjadi teladan.

Jika menginginkan anak yang saleh, maka orangtua terlebih dahulu harus berusaha menjadi pribadi yang saleh. Anak akan banyak belajar dari perilaku orangtuanya karena orangtua merupakan madrasah pertama bagi anak.

"Kalau kita ingin mempunyai anak yang saleh, maka kita dulu yang saleh. Kita menjadi teladan bagi anak kita karena orangtua adalah madrasah pertama bagi anak," tuturnya.

Kedua, memastikan makanan yang diberikan kepada anak berasal dari sumber yang halal.

Menurutnya, kehalalan rezeki yang diberikan kepada keluarga merupakan bagian penting dalam pendidikan anak. Orangtua perlu memastikan makanan dan nafkah yang diberikan kepada anak berasal dari sumber yang halal dan baik.

Ia mengingatkan agar umat Islam menjauhi penghasilan yang haram, termasuk yang berasal dari praktik riba. Menurutnya, makanan yang tidak halal dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kehidupan dan karakter seseorang.

"Jadi jangan heran kalau anak susah diberi tahu, bisa jadi karena makanan yang masuk ke tubuhnya," katanya.

Ketiga, memberikan pendidikan agama sejak dini.

Pendidikan agama, menurutnya, tidak seharusnya diberikan ketika anak sudah mengalami kerusakan perilaku. Orangtua harus membangun fondasi agama sejak anak masih kecil.

"Jangan tunggu anak rusak baru dimasukkan ke pesantren," tegasnya.

Pendidikan agama sejak dini dapat dilakukan melalui pembiasaan salat, mengaji, mengenalkan akhlak, mengajarkan doa, serta membangun kecintaan anak kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Keempat, berusaha sekaligus memperbanyak doa untuk anak.

Selain memberikan pendidikan dan teladan, orangtua juga dianjurkan untuk terus mendoakan anak, terutama setelah melaksanakan salat. Orangtua dapat memanjatkan doa sebagaimana doa Nabi Ibrahim AS, doa Nabi Zakaria AS yang disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 38, maupun doa Ibadurrahman yang terdapat dalam Al-Qur'an. Menurut Ustaz Irfan, ikhtiar dan doa harus berjalan beriringan dalam proses mendidik anak.

Ia mengajak para orangtua untuk mengubah orientasi dalam mendidik anak. Keberhasilan seorang anak tidak semata-mata diukur dari profesi, jabatan, maupun kekayaan yang dimilikinya.

"Hendaknya kita berorientasi menjadikan anak kita menjadi anak yang saleh. Menjadi pejabat, pejabat yang saleh. Menjadi insinyur, insinyur yang saleh. Menjadi pedagang, pedagang yang saleh," pungkasnya.

Dengan demikian, keberhasilan pendidikan anak bukan hanya ketika mereka mampu mencapai kesuksesan dunia, tetapi ketika kesuksesan tersebut berjalan bersama iman, akhlak, ketakwaan, dan bakti kepada kedua orangtua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....