Disbudporapar Nunukan Akan Pecahkan Rekor Muri Senam Lukiwol Ribuan Peserta
- 11 Sep 2026 09:47 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Nunukan Sura’i mengatakan saat ini sudah memberikan informasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah, instansi vertikal, dan seluruh sekolah di Kabupaten Nunukan untuk turut serta dalam senam Lukiwol di paras perbatasan, dengan 1.000 regu atau kelompok tari, tanggal 11 Oktober 2026 mendatang.
“Peserta 1.000 kelompok tari, kalau 1001 berarti pecah rekor muri kita jumlah personelnya berapa berarti 10 ribu 10 orang barulah rekor muri kita terpecah inilah yang harus diseriusi kami leading sektor di Disbudporapar hanya memfasilitasi tetapi pada akhirnya peranan serta masyarakatlah yang menentukan”, ucapnya, Jumat, (11/9/2026).
Ia menyampaikan bahwa senam lukiwol ini juga akan diikuti oleh negara serumpun Malaysia, Sabah, Filipina yakni Sulu, Tawi-tawi (Pagun Yaki Selungon, Pagun Yaki Buison), kemudian dari Brunei Darussalam, Mukim Tidung Sawat, Pagun Belimpung. Disamping dari seluruh siswa-siswi di Kabupaten Nunukan.
“Dan semua instansi itu tidak mesti satu lebih dari satu itu yang lebih baik, jadi macam sekolah SMP 1 jumlah 2 ribu paling tidak kelompoknya dapat 100 atau 200 kelompok itu yang kita inginkan, kedua rekor muri ini juga diikuti Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Bulungan, dan Kota Tarakan, kenapa mereka adalah peserta dari Irau Tidung Borneo Bersatu saat ini mereka sudah berlatih melalui video tutorial yang sudah kita kirim kesana kemudina diikuti lagi orang-orang Tidung yang ada di Sabah, Tawau, Sandakan, Lahaddatu, Merotai, Kalabakan dan lain-lain, dari Brunei Darussalam dua kampung Tidung yang ada disana”, ujarnya.
Sementara akar mitologi yaki bentawol ini adalah sang pemburu, yaki bentawol jejaka gagah berani dari Sebuku Sumbol, menemukan tujuh bidadari kayangan di danau dan memperistri salah satunya, kemudian saat syukuran kelahiran anak, sang istri menari dengan selendang kebesarannya lalu terbang kembali ke kayangan, pesan terakhir jika anak kita menangis, bawalah ke sungai. Gelombang tujuh susun akan datang menghiburnya, dan terakhir warisan abadi, gelombang tujuh susun tersebut diyakini masih ada hingga saat ini, menjadi inspirasi utama pergerakan Lukiwol. (DR).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....